√ Akibat Sistem Tanam Paksa : Pengertian, Latar Belakang, Ketentuan, Contoh dan Dampaknya

Diposting pada

Pengertian Sistem Tanam Paksa

Apa sih yang dimaksud  Tanam Paksa  Secara sederhana, Tanam Paksa (cultuurstelsel) ialah suatu sistem atau peraturan yang dijalankan oleh pemerintah Kolonial Belanda kepada penduduk  untuk menanam tanaman tertentu yang sangat laku di pasaran internasional dan hasil tanamannya wajib diserahkan kepada pemerintah kolonial Belanda melalui perantara penguasa setempat. Pada masa sistem tanam paksa ini, para penduduk wajib menanam aneka tanaman diantaranya tebu, kopi, teh, dan nila karena tanaman-tanaman tersebut memiliki nilai jual yang sangat tinggi khususnya dipasaran Eropa.  Selain itu, sistem ini juga mengatur tentang sistem pajak tanah yang harus dibayar dalam bentuk hasil bumi penduduk setempat. Sistem ini merupakan gabungan antara sistem VOC yang dilaksanakan di Jawa Barat, dengan sistem pajak tanah. Sistem ini adalah merupakan hasil kebijakan yang dikeluarkan oleh Van den Bosch yang pada waktu  itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda.

√ Akibat Sistem Tanam Paksa : Pengertian, Latar Belakang, Ketentuan, Contoh dan Dampaknya

Latar Belakang Tanam Paksa

 Ada beberapa hal yang melatarbelakangi pelaksanaan sistem tanam paksa  di Indonesia antara lain adalah sebagai berikut:

  • Dimana anggaran belanja di Negara Belanda pada waktu itu mengalami defisit akibat terjadi Perang Kemerdekaan Belgia dan Perang Diponegoro yang banyak menghabiskan biaya.
  • Dimana suasana pemerintahan antara tahun 1816-1830 di Jawa banyak yang  gagal menghasilkan keuntungan dan pundi-pundi bagi Negara induk.
  • Dimana Perdagangan dan pelayaran Belanda melalui perusahaan N.H.M (Nederlansche Hwendels Maatschappij) yang didirikan tahun 1824 mengalami kemunduran. Perusahan tersebut menangani perdagangan, pembuatan kapal, dan pemberian kredit kepada pihak lain dengan maksud untuk membangun kembali perekonomian Negeri Belanda.

Ketentuan Pokok Sistem Tanam Paksa

Adapun ketentuan pokok dari sistem tanam paksa di Indonesia diatur dalam Lembaran Negara Belanda (Staatsblad) No 22 tahun 1834. Peraturan tersebut berbunyi:

  1. Penduduk wajib menanami seperlima tanahnya dengan tanaman yang diwajibkan oleh pemerintah.
  2. Tanah tersebut dibebaskan dari tuntutan pajak tanah.
  3. Tanah akan dikerjakan selama seperlima tahun (66 hari dalam setahun)
  4. Segala resiko penanaman ditanggung oleh pemerintah.
  5. Hasil dari tanaman yang diwajibkan ini harus diangkut sendiri ke pabrik dan mendapat ganti rugi dari pemerintah.
  6. Kelebihan dari hasil yang diwajibkan akan diganti sepenuhnya oleh pemerintah.
  7. Waktu menaman tanaman wajib ini tidak boleh lebih lama dari pekerjaan menaman padi.
  8. Bagi mereka yang tidak memiliki tanah akan diwajibkan bekerja di perkebunan milik pemerintah lebih dari 60 hari.

Contoh Penyimpangan Tanam Paksa di Indonesia

Banyak sekali Penyimpangan yang ditimbulkan dalam tanam paksa yang memberatkan rakyat. Contoh penyimpangan yang terjadi dalam pelaksanaan sistem tanam paksa ini yaitu sebagai berikut:

  1. Tanah yang digunakan untuk tanam paksa dalam praktiknya melebihi dari seperlima, sampai ada yang setengahnya.
  2. Tanah yang ditanami ditentukan oleh pemerintah ternyata masih dikenai pajak.
  3. Tanah yang dipilih umumnya tanah yang subur, sedangkan yang tidak subur untuk digunakan rakyat.
  4. Lamanya bekerja melebihi waktu yang targetkan, sehingga waktu kerja yang diperlukan rakyat untuk nafkahi keluarga semakin berkurang
  5. Panen yang gagal, walaupun bukan karena kesalahan rakyat, pada praktik yang sebenarnya mejadi tanggungan rakyat.
  6. Adanya sebuah sistem cultuurprocenten(hadiah) kepada pemerintah setempat  pengawas bupati dan kepala desa yang berhasil atau melampaui target produksi yang dibebankan kepada tiap desa. Hal ini sangat membebankan rakyat banyak.

 Dampak dari Sistem Tanam Paksa di Indonesia

Pelaksanaan sistem tanam paksa di Indonesia banyak menyimpang dari aturan pokoknya dan cenderung terjadi eksploitasi agrarisyang luar biasa. Oleh karena itu, sistem ini menimbulkan dampak sebagai berikut:

  1. Sawah ladang menjadi tidak terurus karena rakyat diwajibkan kerja rodi secara berkepanjangan sehingga penghasilan menurun drastis.
  2. Beban rakyat semakin sulit dan berat karena harus menyerahkan sebagian tanah dan hasil panennya, membayar pajak, mengikuti kerja rodi atau paksa, dan menanggung risiko apabila gagal panen
  3. Karena bermacam-macam beban menimbulkan tekanan fisik dan mental yang sangat berkepanjangan.
  4. Timbulnya kemiskinan yang makin merajalela dimana-mana.
  5. Timbulnya kelaparan dan wabah penyakit di mana-mana sehingga angka kematian meningkat sangat tajam.

Demikianlah artikel tentang √ Akibat Sistem Tanam Paksa : Pengertian, Latar Belakang, Ketentuan, Contoh dan Dampaknya dari pengajar.co.id semoga bermanfaat.

Lihat Juga:   √ Jenis Hujan : Pengertian, jenis, Manfaat dan Proses Terjadinya
Lihat Juga:   √Upaya-upaya Penegakan HAM
Lihat Juga:   √Sel Darah Merah (Eritrosit)
Lihat Juga:   √ Diksi Adalah : Pengertian, Fungsi, Jenis dan Syaratnya