√Budaya Politik : Pengertian, Ciri, Tujuan, Macam dan Fungsi

Diposting pada

Pengertian Budaya Politik

Budaya politik merupakan pandangan politik yang banyak mempengaruhi sikap,orientasi,ataupun pilihan politik seseorang. Budaya politik akan lebih mengutamakan dimensi psikologis daripada suatu sistem politik, yakni sikap, sistem kepercayaan, simbol yang akan dimiliki individu atau yang akan dilaksanakannya dalam masyarakat. Budaya politik merupakan pola perilaku suatu masyarakat dalam kehidupan bernegara, penyelenggaraan administrasi negara, politik pemerintahan, hukum, adat istiadat,atauupun norma kebiasaan yang akan dihayati oleh seluruh anggota masyarakat setiap harinya. Budaya politik juga dapat juga di artikan sebagai suatu sistem nilai bersama suatu masyarakat yang akan memiliki kesadaran untuk dapat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan kolektif maupun penentuan kebijakan publik untuk masyarakat pada keseluruhnya.

√Budaya Politik : Pengertian, Ciri, Tujuan, Macam dan Fungsi

Macam-Macam Budaya Politik

Budaya Politik Parokial

Pengertian budaya politik Parokial merupakan suatu budaya yang dimana terdapat tingkat partisipasi politik masyarakatnya yang masih sangat rendah. Tipe political culture yang satu ini sering ditemukan di masyarakat tradisional yang sifatnya sederhana.

Menurut Moctar Masoed atau Colin Mc. Andrew, politik Parokial akan terjadi karena masyarakat yang tidak akan mengetahui atau tidak akan menyadari tentang adanya pemerintahan atau sistem politik.
Ciri-ciri politik Parokial adalah sebagai berikut:

-Ruang lingkupnya kecil atau sempit.
-Masyarakatnya apatis.
-Pengetahuan masyarakat tentang politik masih sangat rendah.
-Masyarakat cenderung tidak perduli dan menarik diri dari wilayah politik.
-Masyarakatnya sangat jarang sekali berhadapan dengan adanya sistem politik.
-Rendahnya kesadaran masyarakat tentang adanya pusat kewenangan maupun kekuasaan di suatu negara tersebut.

Budaya Politik Kaula/ Subjek

Budaya politik Kaula ataupun Subjek merupakan suatu budaya yang dimana masyarakatnya cenderung lebih maju di bidang ekonomi ataupun sosial. Meskipun masyarakatnya masih relatif biasa, namun sudah mengerti tentang adanya sistem politik serta mudah patuh terhadap undang-undang atau para aparat pemerintahan.

adapun Ciri-ciri plitik Kaula/ Subjek adalah:

-Adanya kesadaran penuh masyarakatnya terhadap otoritas pemerintahan.
-Masyarakatnya masih terdapat bersikap biasa terhadap politik.
-Beberapa warga masih akan memberikan masukan atau permintaan terhadap pemerintah, namun telah mau menerima aturan dari pemerintah.
-Masyarakatnya mau menerima keputusan yang tidak dapat dikoreksi maupun ditentang.
-Masyarakatnya telah sadar maupun memperhatikan sistem politik umum dan khusus pada objek output,lalu sedangkan kesadaran pada input atau sebagai aktor -politik masih cukup rendah.

Budaya Politik Partisipan

Budaya Politik Partisipan merupakan suatu budaya yang dimana masyarakatnya telah memiliki kesadaran yang tinggi dalam tentang suatu sistem politik, struktur proses politik,maupun administratif.
Ciri-ciri politik Partisipan yakni:

-Adanya kesadaran masyarakatnya tentang hak ataupun tanggungjawab terhadap kehidupan berpolitik.
-Masyarakatnya tidak akan langsung menerima keadaan, namun banyak memberikan penilaian secara sadar terhadap objek-objek politik.
-Kehidupan politik yang di tengah-tengah masyarakat berperan sebagai sarana transaksi.
-Masyarakatnya telah memiliki kesadaran yang tinggi sebagai warga negara yang aktif dalam berperan dalam politik.

Tujuan Politik

Mengacu pada definisi politik di atas, maka kita dapat mengetahui apa tujuan politik. Berikut ini adalah beberapa tujuan politik pada umumnya:

  • Untuk dapat mengupayakan agar kekuasaan di masyarakat atau pemerintahan juga dapat diperoleh, dikelola, maupun dapat diterapkan sesuai dengan norma hukum yang berlaku.
  • Untuk dapat mengupayakan agar kekuasaan yang ada di masyarakat maupun pemerintah dapat memperoleh, mengelola, atau menerapkan demokrasi secara keseluruhan.
  • Untuk dapat mengupayakan penerapan atau pengelolaan politik di masyarakat maupun pemerintahan sesuai dengan kerangka mempertahankan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ciri-Ciri Umum Budaya Politik

Rusadi Kantaprawira akan memberikan gambaran tentang ciri-ciri budaya politik Indonesia, yakni:

a. Konfigurasi subkultur di Indonesia masih beraneka ragam. Keanekaragaman subkultur ini akan ditanggulangi berkat usaha pembangunan bangsa (nation building) maupun pembangunan karakter (character building).

b. Budaya politik Indonesia juga akan bersifat parokial-kaula di satu pihak atau budaya politik partisipan di lain pihak. Masyarakat bawah masih banyak ketinggalan dalam menggunakan hak atau dalam memikul tanggung jawab politiknya. Hal ini tersebut akan disebabkan oleh adanya isolasi dari kebudayaan luar, pengaruh penjajahan, feodalisme, serta ikatan primordial.lalu Sedangkan kaum elit politik yang sungguh-sungguh merupakan merupakan partisipan yang aktif. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh pendidikan yang modern.

c. Sifat ikatan primordial yang masih berurat atau berakar yang juga dikenal melalui indikator yang berupa sentimen kedaerahan, kesukuan, keagamaan, perbedaan pendekatan terhadap keagamaan tertentu, puritanisme maupun nonpuritanisme,atau yang lain-lain. Di samping itu, salah satu petunjuk yang masih berdirinya ikatan tersebut dapat dilihat dari pola budaya politik yang tercermin dalam struktur vertikal masyarakat di mana usaha gerakan kaum elit yang langsung mengeksploitasi dan menyentuh substruktur sosial maupun subkultur untuk tujuan perekrutan dukungan.

d. Kecenderungan budaya politik Indonesia yang masih mengukuhi sikap paternalisme atau sifat patrimonial. Sebagai indikatornya dapat juga disebutkan antara lain, sikap asal bapak senang. Di Indonesia, budaya politik tipe parokial kaula lebih banyak mempunyai keselarasan untuk dapat tumbuh dengan persepsi masyarakat terhadap objek politik yang akan menyandarkan atauun menundukkan diri pada proses output dari penguasa.

e. Dilema interaksi tentang introduksi modernisasi (dengan segala adanya konsekuensinya) dengan pola-pola yang telah lama akan berakar sebagai tradisi dalam masyarakat.

Fungsi Budaya Politik

Adapun fungsi budaya politik yang diantaranya yaitu:

  • Budaya politik sangat dalam peranannya yang dalam bidang pembangunan suatu negara.
  • Budaya politik dari masyarakat nan partisipan merupakan salah satu hal yang penting.
  • Dengan budaya politik maka akan bisa mengetahui sikap-sikap dari warga negara terhadap sistem politik.
  • Pemahaman budaya politik atau hubungannya dengan sistem politik adanya maksud individu dalam adanya melakukan kegiatannya didalam sistem politik maupun faktor-faktor apa saja – bisa akan menyebabkan hal tersebut dapat terjadi adanya pergeseran politik akan lebih mudah dapat dipahami maupun dimengerti.
  • Fungsi budaya politik nan paling primer adalah bisa disediakannya indikator serta instrumen buat warga negara tentang cara bagaimanakah seharusnya proses politik nan demokratis bisa akan berlangsung

Demikianlah artikel tentang √Budaya Politik : Pengertian, Ciri, Tujuan, Macam dan Fungsi dari pengajar.co.id semoga bermanfaat.

Lihat Juga:   Teks Prosedur kompleks
Lihat Juga:   TEKS DESKRIPSI
Lihat Juga:   √ Komunikasi Daring : Pengertian, Jenis, Komponen, Tujuan, Keunggulan dan Kelemahan
Lihat Juga:   √Apa Itu Chatting : Pengertian, Sejarah, Manfaat, Dampak Negatif dan Contohnya