√ Ciri Fungi : Pengertian dan Klasifikasinya

√ Ciri Fungi : Pengertian dan Klasifikasinya
5 (100%) 1 vote

Pengertian Jamur Fungi

Jamur (Fungi) merupakan organisme eukariotik yang tidak berklorofil. Jamur bersifat uniseluler dan juga multiseluler. Jamur (Fungi) sering ditemukan pada lingkungan sekitar yang tumbuhan subur teru tama pada musim hujan sebab jamur menyukai tempat lembab. Namun jamur bisa ditemukan disemua tempat yang terdapat materi organik.

√ Ciri Fungi : Pengertian dan Klasifikasinya

Ciri-ciri Jamur Fungi

Terdapat beberapa ciri-ciri dari jamur fungi, berikut dibawah ini di antaranya

Tumbuhan Eukariota

Jamur adalah tumbuhan eukariota, yaitu yang telah mempunyai membran nukleous serta organel membran lainnya. Salah satu ciri-ciri sel eukariotik yang terdapat pada jamur (fungi) ialah mempunyai membran nukleus akan tetapi mempunyai nukleoplasma dan juga sitoplasma terpisah. memiliki organel seperti mitokondria golgi, retikulum endoplasma, ribosom dan kloroplas pada tumbuhan.

Multiseluler dan Uniseluler

Hampir seluruh jenis jamur merupakan tumbuhan multiseluler yang artinya tumbuhan yang mempunyai banyak sel. Tetapi terdapat jenis jamur yang hanya mempunyai satu sel (uniseluler). Contoh jamur yang mempunyai sel satu ialah Sacharomyces yang mampu menghasilkan tuak, yakni salah satu minuman beralkohol. Selain itu jamur Sacharomyces juga bisa dipakai untuk membuat roti, tape, peuyeum, shake, minuman anggur dan bir.

Bersifat Heterotrof

Tumbuhan jamur pada umumnya bersifat heterotrof, yaitu tidak bisa membuat makanan sendiri. Jamur merupakan tumbuhan konsumen yang mengandalkan hidup dengan menyerap nutrisi dari organisme yang lainnya. Jamur merupakan tumbuhan yang nencerna makananya di luar tubuh dan menyerap zat-zat bernutirisi di dalam selnya.

Tidak berklorofil

Meskipun termasuk tumbuhan multiseluler, fungi adalah tumbuhan yang tidak mempunyai zat hijau daun (klorofil). Jamur adalah tumbuhan konsumen dan bergantung hidup pada organisme lainnya. Jamur bergantung pada substrat yang menyediakan karbohidrat, protein, vitamin dan senyawa kimia lainnya, semua zat itu didapat dari lingkungannya.

Tubuhnya berupa Hifa

Fungi mempunyai tubuh berbentuk hifa. Hifa yakni struktur bentuk seperti tabung yang tersusun dari spora dan konidia. Hifa bisa dengan mudah dilihat dengan mata apabila berbentuk miselimum. Miselium ialah hifa yang terkumpul menjadi massa yang sanagat banyak sehingga bisa dilihat dengan mudah. Struktur yang berbentuk menyerupai payung yang umumnya dikenal orang sebagai jamur tidak lain hanyalah alat reproduksi yang dikenal sebagai karpus atau tubuh buah, yang muncul hanya sewaktu-waktu. Berdasarkan fungsinya, hifa terbagi menjadi dua fungsi, yakni hifa vegeratif dan hifa reproduktif.

Terdapat Miselium

Tubuh jamur terdapat miselium yang berperan penting dalam kelangsungan hidup jamur. Miselium merupakan bagian jamur multiseluler yang dibentuk oleh kumpulan beberapa Hifa. Sebagian miselium berguna sebagai penyerap makanan dari organisme lain atau sisa-sisa organisme. Miselium yang menyerap makanan dinamai miselium vegetatif. Sementara itu ada juga miselium yang merupakan tempat pembentukan spora

Tubuhnya dilindungi Zat Kitin

Seperti tumbuhan multiseluler yang lainnya, tubuh jamur nampak bisa tumbuh dengan dinding sel kokoh. Zat kitin merupakan zat penyusun utama dari sel-sel pada jamur. Berbeda dengan dinding sel tumbuhan lainnya yang tersusun dari selulosa, dinding sel pada jamur lebih kokoh sebab sebagian besar terbuat dari zat kitin.

Hidup di Tempat Lembab

Hampir setiap jenis fungi hidup di tempat lembab, agak masam, hidup di bahan organik, hidup pada saprofit, parasit pada tumbuhan dan hewan serta manusia. Jamur hidup ditempat lembab sebab untuk mengurangi proses penguapan air di dalam tubuh jamur. Apabila jamur banyak yang berhabitat di tempat yang lembab itu adalah suatu kewajaran sebab, pada umumnya jamur memanfaatkan bakteri yang ada di tempat lembab untuk mempertahankan hidupnya, jamur tidak bisa hidup ditempat yang kering.

Hidup Bersimbiosis

Cara hidup jamur lainnya ialah melakukan simbiosis mutualisme. Jamur yang hidup bersimbiosis, selain menyerap makanan dari organisme lain juga menghasilkan zat khusus yang bermanfaat bagi simbionnya. Simbiosis mutualisme jamur dengan tanaman bisa dilihat pada mikoriza, yakni jamur yang hidup di akar tanaman kacang-kacangan.

Hidup Sebagai Parasit

Jamur hidup di macam-macam tempat. Banyak jamur yang hidup di darat, tetapi banyak juga jamur yang hidup di tempat yang berair serta tempat yang lembab. Umumnya jamur bersifat merugikan organisme lainnya. Jamur menyerap zat-zat bernutisi pada organisme-organisme lainnya. Kita bisa mengamati kulit manusia yang terkena penyakit panu. Hal tersebut bisa terjadi sebab jamur tumbuh subur di kulit manusia, jamur tersebut menyerap zat-zat yang bernutrisi dari inangnya.

Klasifikasi Fungi (Jamur)

Terdapat 4 klasifikasi fungsi jamur (fungu), berikut dibawah ini penjelasannya

Zygomycota

Ciri-ciri tubuh Zygomycota tersusun dari benang-benang hifa yang terbentuk dengan sekat melintang, tetapi terdapat juga yang tidak bersekat secara melintang. Hifa pada Zygomycota bercabang cukup banyak serta permukaan dinding selnya dilengkapi oleh kandungan kitin. Fungi dalam divisi Zygomycota berada pada jamur yang tumbuh di tempe, roti, nasi, dan jenis makanan lainnya.

Ascomycota

Secara umum ciri fungi divisi Ascomycota ini adalah mampu menghasilkan spora askus atau askospora. Spora askus adalah spora yang dihasilkan melalui reproduksi secara seksual dan terdapat sebanyak 8 spora yang berada di dalam kotak spora. Adapun bentuk dari kotak spora ini seperti kantong dan umumnya dinamai dengan askus. Ascomycota mengalami tahap reproduksi secara seksual maupun aseksual. Adapun reproduksi secara seksual langkah pertama adalah hifa yang berbentuk percabangan tersebut akan berdiferensiasi untuk pembentukan alat kelamin jantan dan betina.

Basidiomycota

Basidiomycota adalah jenis fungi yang paling sering dijumpai pada musim penghujan. Contoh dari fungi Basidiomycota ini yakni, jamur kuping, jamur pohon, jamur barat, dan sebagainya. Basidiomycota mempunyai ukuran yang cukup besar, sehingga untuk jamur jenis ini bisa di lihat langsung dengan kasat mata. Pada umumnya bentuk dari tubuh buah fungi devisi Basidiomycota hampir sama seperti payung. Basidiomycota adalah fungi yang dibudidayakan, misal jamur tiram, jamur merang, jamur shiltake dan sebagainya. Hifa yang terdapat pada Basidiomycota memiliki sekat melintang serta berinti satu ataupun berinti dua.

Deuteromycota

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa untuk fungi yang bisa menciptakan askus dari tahap reproduksinya di kelompokkan ke dalam jenis Ascomycota, sedangkan fungi yang menghasilkan basidium di kelompokkan dalam Basidiomycota. Secara keseluruhan tidak semuanya jenis fungi sudah diketahui bagaimana cara perkembangbiakannya baik secara seksual maupun aseksual. Dengan demikian para ahli belum dapat mendefinisikan fungi tersebut ke dalam divisi yang seperti apa seharusnya.

Demikianlah artikel tentang √ Ciri Fungi : Pengertian dan Klasifikasinya dari pengajar.co.id semoga bermanfaat.

Lihat Juga:   √Letak Geologis Indonesia: Pengertian, Pengaruh dan Keuntungannya Lengkap

Lihat Juga:   √ Makhluk Hidup : Pengertian, Ciri, Kebutuhan dan Pengelompokan

Lihat Juga:   √ Ciri Pisces : Pengertian, Ciri, Struktur dan Klasifikasi

Lihat Juga:   √Cara Menulis Kwitansi : Pengertian, Fungsi, Manfaat, Ciri, Komponen dan Contohnya

/* */
Click to Hide Advanced Floating Content

Send this to a friend