√Contoh Tajuk Rencana : Pengertian, Aspek, Syarat, Ciri dan Contohnya

Diposting pada

Pengertian Tajuk Rencana

Tajuk rencana sering disebut juga editorial, mungkin sebagian besar dari anda sudah pernah mempelajarinya. Pada artikel kali ini,saya akan membahasnya secara singkat tetapi jelas, . Jika kita sering perhatikan lebih dalam, ketika kita satar membaca koran atau surat kabar, maka akan kita dapatikan sebuah topik yang akan membahas suatu peristiwa yang sedang hangat dibicarakan dalam masyarakat sekitar. Nah maka dari itu, tulisan yang akan berupa topik itu juga biasanya berisi opini maupun pendapat mengenai peristiwa yang sedang hangat dibicarakan dikalangan masyarakat.

√Contoh Tajuk Rencana : Pengertian, Aspek, Syarat, Ciri dan Contohnya

ketika kita telusuri lebih dalam lagi, pembahasan dalam tajuk rencana atau juga editorial biasanya mengacu pada fakta atau opini yang akan diutarakan dengan singkat, jelas, padat, logis, dan mudah dipahami bagi pembaca tersebut. Dan ada beberapa hal penting lain dari teks tajuk rencana ialah, penulis harus mampu memanjakan pembaca supaya teks tajuk rencana/editorial bisa diterima dikalangan masyarakat luas. Teks tajuk rencana/editorial tidak boleh bersifat mengadu domba ataupun memprovokasi masyarakat karena yang dibuat dalam tajuk rencana atau editorial merupakan berita penting yang harus diterima oleh masyarakat secara orisinil. Isi tajuk rencana berisi pendapat penulis yang akan diperkuat lagi dengan fakta-fakta.

Aspek-aspek Penulisan Tajuk Rencana

a.Judul

Judul yang ditulis dalam tajuk rencana harus singkat, padat, jelas maupun juga menarik. Judul tajuk rencana yang menarik juga akan memberikan kesan yang mudah diingat oleh pembaca itu. dalam penulisan judul, alangkah baiknya tidak terlalu panjang maupun pendek, dan judul harus mewakili seluruh isi yang akan termuat dalam tajuk rencana atau editorial.

b.Latar belakang masalah

Sebelum penulis menulis tajuk rencana atau editorial, penulis harus banyak mengetahui sepenuhnya dimana latar belakang dan faktor-faktor yang akan menjadi penyebab masalah ataupun juga isu-isu yang sedang berkembang.

c.Tokoh

Dalam tajuk rencana sering , biasanya terdapat tokoh yang akan dikaitkan dengan masalah maupun peristiwa yang akan terjadi. Materi tajuk rencana dapat juga berupa pujian untuk memuji sebuah hasil kinerja seseorang, tokoh, kelompok, ataupun pemerintah.

d.Masalah

Penulis harus dapat mengambil masalah yang sering terjadi menjadi topik yang akan sangat menarik untuk di baca, sehingga pembaca akan disuguhkan informasi yang dapat dipahami dengan baik dan tidak banyak menimbulkan kesalahpahaman dalam masyarakat.

e.Peristiwa yang dijabarkan

Peristiwa yang akan dijabarkan dalam tajuk rencana harus runtut,yang artinya dipaparkan secara kronologis mengenai masalah yang sedang di bahas. Penulis harus menjelaskan peristiwa dengan sangat jelas. Maka dari itu juga biasanya di akhir paragraf terdapat penegasan ulang.

f.Opini penulis

Opini atau pendapat penulis dapat disampaikan dengan cara yang sopan,santun atau enak dibaca. Biasanya juga disela-sela pembahasan diselipkan beberapa lelucon, namun tetap elegan. Pada tahap ini penulis banyak memberikan tanggapan mengenai isu/permasalahan yang sedang terjadi. Penulis mencoba akan memberikan pandangan kritis mengenai masalah yang akan beredar dikalangan masyarakat.

g.Saran dan solusi permasalahan

Tidak hanya memberikan pendapat mengenai permasalahan yang ada, penulis juga banyak memberikan solusi atas permasalahan yang sedang terjadi. Penulis akan memberikan saran-saran yang berupa solusi yang dapat membangun. Penulis tidak boleh memberikan banyak saran dengan mencemooh maupun merendahkan pihak yang lainnya.

h.Kesimpulan

Setelah menjelaskan dan memberikan saran atas permasalahan yang ada, langkah yang selanjutnya penulis harus memberikan kesimpulan terhadap isi tek tajuk rencana. Kesimpulan yang sering ditulis harus sesuai dengan isi tajuk rencana, sehingga tidak banyak menyebabkan karancuan.

Syarat-syarat Sebuah Tajuk Rencana

a. Bahasa Semiformal

Tulisan ini juga biasanya dapat didapati di surat kabar sehingga tidak dapat digolongkan menjadi tulisan yang ilmiah. Karena hal ini pula, bahasa yang akan digunakan tidak harus sangat baku dan formal. Gunakanlah bahasa semiformal yang akrab kalian jumpai dalam sehari-hari, namun dengan ejaan maupun kaidah yang baik dan benar.

b. Isi Singkat dan Padat

Tajuk rencana bukanlah esai ataupun makalah. Cukup kalian tuliskan masalah dan opini secara singkat. Hindari pernyataan yang berulang-ulang. Meskipun dengan demikian, pastikan masalah, opini, maupun saran akan tersampaikan dengan baik dan menyeluruh.

c. Pilih Isu yang Relevan

Tajuk rencana jug bersifat memberikan informasi atupun pandangan terkini yang mengenai topik hangat di masyarakat. Jadi saat menulisnya, pastikan isu yang akan kalian pilih merupakan persoalan yang memang sangat ramai diperbincangkan dan berdampak besar bagi kehidupan dikalangan masyarakat.

d. Harus Fungsional

Tulisan yang akan dibuat bukanlah hanya untuk menyelesaikan masalah, namun juga akan mengemukakan gagasan penyelesaian persoalan. Pastikan saran solusi tersebut masuk akal dan dapat diaplikasikan agar tajuk rencana kalian benar-benar fungsional dalam dapat membantu masalah yang sedang dihadapi dikalangan masyarakat.

Ciri-ciri Tajuk Rencana

Sebuah tulisan berupa tajuk rencana juga memiliki beberapa ciri-ciri sebagai berikutyaitu:

-Berisi ulasan masalah secara logis.
-Mengandung opini dari sang penulis tersebut.
-dapat Menyampaikan saran yang akan dianggap dapat menjadi solusi atas topik masalah yang sedang dibahas.

Contoh Tajuk Rencana Tentang Pendidikan

Bullying Anak Sekolah, Salahnya Siapa?

Pergaulan anak sekolah sekarang ini sedang hangat perbincangan dikalangan masyarakat. Terlebih lagi karena banyak video-video pembullyan dikalangan anak sekolah smp/sma. Bahkan pelaku maupun korban kasus pembullyan merupakansatu sekolah itu sendiri. Kebanyakan kasus ini terjadi dikalangan siswa baru. Siswa senior tersebut memiliki anggapan bahwa dirinya banya memperoleh yang respect dari juniornya. Bahkan siswa siswa akan tersebit tidak segan untuk dapat melakukan berbagai cara dalam mempermalukan juniornya seperti pemberian hukuman secara fisik maupun tindakan yang bersifat negatif yang lainnya.

Kasus bullying yang sering terjadi dikalangan anak sekolah memang sudah sifatnya turun temurun. Bahkan telah menjadi budaya dikalangan senior dalam memberi pelajaran dikalangan juniornya meskipun dengan cara yang salah. Lalu, siapa yang patut disalahkan dalam hal ini?

Apabila kita lihat beberapa tahun ke belakang, dalam kegiat MOS merupakan sarana pembullyan anak sekolah, baik dalam tingkat SMP, SMA, mauppun perkuliahan. Tujuan MOS sebenarnya untuk mengenalkan suatu lingkungan sekolah kepada siswa baru, melatih kekompakan antar siswa baru, serta hal hal positif yang lainnya. Namun kenyataannya malah disalah gunakan untuk hal hal yang akan bersifat negatif seperti kekerasan fisik.

Sekarang ini kegiatan MOS sudah digugurkan atau ditiadakan bahkan telah dirubah sistemnya. MOS sekarang sering dilakukan oleh pihak guru untuk dapat membekali siswa siswa baru sesuai peraturan Permendikbud Nomor 18 tahun 2016 mengenai Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa/siswi Baru. Tetapi masih ada beberapa sisa sisa pembullyan yang terjadi dikalangan anak sekolah. Siapa yang akan patut disalahkan? Apabila tindakan pembullyan sering terjadi dilingkup sekolah maka yang patut disalahkan ialah pihak sekolah karena telah lalai dalam mengawasi kegiatan siswanya. Namun jika bullying yang dilakukan diluar sekolah maka yang akan patut disalahkan ialah pelaku serta pihak orang tua karena kurang banyak mendidikik tindakan anak anaknya.

Demikianlah artikel tentang √Contoh Tajuk Rencana : Pengertian, Aspek, Syarat, Ciri dan Contohnya dari pengajar.co.id semoga bermanfaat.

Lihat Juga:   √Fungsi MPR : Pengertian, Tugas, Hak dan Fungsinya
Lihat Juga:   √ Teori Perilaku Konsumen Menurut Para Ahli : Pengertian, Manfaat dan Faktornya
Lihat Juga:   √ Migrasi adalah : Pengertian, Jenis Dan Faktornya
Lihat Juga:   √ Tugas PPKI : Pengertian , Sejarah, Tugas dan Anggotanya