√Faktor produksi : Pengertian, Produksi Modal dan Tujuannya

Diposting pada

Pengertian Produksi

Pengertian produksi meruapakan suatu kegiatan yang sering dilakukan untuk dapat menambah nilai guna suatu barang, sehingga menjadi barang baru yang akan lebih berguna. Di dalam proses produksi ini yang akan menjadi kunci utamanya merupakan terjadinya penambahan nilai guna dari suatu barang. Penambahan nilai guna ini bisa juga mencakup 2 hal, yaitu :

√Faktor produksi : Pengertian, Produksi Modal dan Tujuannya

Produksi yang akan menghasilkan barang atau jasa baru. Barang dan jasa baru yang akan dihasilkan ini bisa saja dilakukan dengan menambah jumlah, mengubah bentuk ataupun dapat memperbesar ukuran. Produksi dengan meningkatkan atau menambah daya guna suatu barang menjadi akan lebih bermanfaat. dalam hal ini yakni, barang ataupun jasa yang sebenarnya sudah bisa dimanfaatkan, dikreasikan lagi sehingga bisa menambah nilai manfaatnya, baik dari segi kuantitas ataupun kualitas.
Produksi ini juga bisa meliputi produksi barang maupun produksi jasa.lalu Keduanya, tentu punya perbedaan karakteristik antara masing -masing. Output dari proses produksi barang secara nyata yang bisa dilihat atau diraba karena memiliki bentuk fisik. Produk barang yang contohnya pakaian. Kita bisa menyentuh dan melihat barang tersebut.

Lalu Sedangkan untuk output produk jasa, tidak bisadipegang atau hanya bisa dirasakan manfaat ataupun hasilnya. Contoh produk jasa yang contohnya ketika kita sedang pergi jalan -jalan dengan jasa tour and travel. Dalam perjalanan tersebutlah, kita bisa melihat atau menikmati hasilnya tanpa bisa mengambil produk tertentu. Dalam produksi jasa ini,ada proses produksi sekaligus saat mengkonsumsi terjadi secara bersamaan. Untuk dapat memperdalam mengenai produksi silahkan baca Teori Produksi dalam Ekonomi.

Faktor – Faktor Produksi

Dalam kegiatan produksi untuk dapat menghasilkan suatu barang atau juga jasa, maka akan dibutuhkan faktor faktor yang sering disebut sebagai faktor produksi. Adanya faktor faktor produksi ini sangat lah penting untuk bisa unntuk menunjang proses suatu produksi. Faktor faktor produksi yang ada, meliputi beberapa faktor produksi alam, faktor produksi tenaga kerja, faktor produksi modal maupun juga faktor produksi keahlian manajerial.

Berikut ini ialah pengertian dari masing -masing faktor produksi yang ada:

1). Faktor Produksi Alam

Faktor produksi alam merupakan faktor penunjang kegiatan produksi yang akan tersedia di alam. Faktor ini juga meliputi tanah, air, hasil hutan, lautan, hasil laut, atau yang lain sebagainya. Barang -barang ini pun juga dapat memberikan nilai tambah dari suatu barang ataupun jasa sehingga bisa disebut sebagai faktor produksi.

Sebagai ilustrasi, ketika kita juga memproduksi padi, maka juga ada peran faktor produksi alam berupa tanah, air hujan, iklim atau yang lain sebagainya. Tanah yang subur juga sangat membantu pertumbuhan padi dengan baik. Begitu pula air mumaupun juga iklim yang bisa banyak mendukung pertumbuhan padi sehingga bisa bernilai maupun dimanfaatkan.

2).Faktor Produksi Tenaga Kerja

Faktor produksi tenaga kerja merupakan faktor produksi yang bentuknya akan berupa tenaga kerja manusia ataupun yang juga biasa disebut sebagai Sumber Daya Manusia (SDM). Tenaga kerja ini juga memegang peranan penting dalam menjalankan berbagai kegiatan produksi tersebut.

Faktor produksi tenaga kerja, bisa juga dibedakan menjadi 2, yaitu tenaga kerja berdasarkan kualitasnya dan tenaga kerja berdasarkan sifat pekerjaannya, yang di dalamnya juga masih dapat dibagi lagi dalam beberapa kelompok.

a.Tenaga kerja berdasarkan kualitasnya

  • Tenaga kerja terdidik yang akan membutuhkan pendidikan formal, seperti misalnya pengacara, notaris, arsitek, dokter, guru, atau yang lain sejenisnya.
  • Tenaga kerja terampil yang akan membutuhkan pengalaman maupun keahlian tertentu, seperti yang misalnya penjahit, sopir, tukang kayu, montir atau yang lain sejenisnya.
  • Tenaga kerja kasar yang tidak membutuhkan pendidikan maupun juga pengalaman atau pelatihan secara khusus, seperti contohnya kuli angkut, tukang becak,tukang kebun, tukang cuci dan yang lain sejenisnya.

b.Tenaga kerja berdasarkan sifat pekerjaannya

  • Tenaga kerja jasmani yang merupakan tenaga kerja dengan banyak dengan mengandalkan tenaga, yang misalnya kuli bangunan, kuli angkut, tukang cuci, pertugas kebersihan,maupun lain sejenisnya.
  • Tenaga kerja rohani yang merupakan tenaga kerja dengan adanya mengandalkan pikiran ataupun perasaan, seperti contohnya psikolog, seniman, guru atau yang lain sejenisnya.

Seiring dengan perkembangan zaman yang membuat ilmu dan teknologi semakin maju, maka kebutuhan hidup manusia pun ikut berkembang. Manusia kemudian dituntut untuk bisa memproduksi berbagai hal yang dapat digunakan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya secara lebih baik, baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Faktor Produksi Modal

a. Modal menurut asalnya, terdiri dari :

  • Modal sendiri,yaitu modal yang akan berasal dari perusahaan sendiri, seperti yang misalnya modal setoran dari sang pemilik perusahaan
  • Modal asing, yaitu modal yang berasal dari pinjaman dari pihak lain, yang bukan pemilik perusahaan.

b. Modal menurut bentuknya, terdiri dari :

  • Modal konkrit maupun nyata yang akan berupa mesin, peralatan produksi, alat transportasi, atau yang lain sejenisnya.
  • Modal abstrak atau tidak nyata yang berupa nama baik, merk dagang, hak paten,atauyang lain sebagainya.

Tujuan Produksi

Dalam melakukan kegiatan produksi, tentu ada tujuan produksi tertentu. Tujuan produksi, meliputi :

1.Memperbanyak jumlah barang
2.Menghasilkan barang dan jasa yang memiliki kualitas lebih tinggi
3.Mengganti barang yang habis atau rusak
4.Mendapatkan nilai keuntungan
5.Memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri untuk kebutuhan perusahaan dan rumah tangga

Demikianlah artikel tentang √Faktor produksi : Pengertian, Produksi Modal dan Tujuannya dari pengajar.co.id semoga bermanfaat.

Lihat Juga:   √ Jenis-jenis Bilangan : Pengertian, Jenis Beserta Contohnya
Lihat Juga:   √ Budaya Organisasi : Pengertian, Fungsi, Teori, Karakteristik dan Contoh
Lihat Juga:   √Analisis Jabatan : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Manfaat dan Tahapanya
Lihat Juga:   √Apa Itu Supervisi : Pengertian, Fungsi, Tujuan dan Jenisnya