√ Levearge Adalah : Pengertian, Jenis, dan Tujuannya

√ Levearge Adalah : Pengertian, Jenis, dan Tujuannya
5 (100%) 1 vote

Pengertian Levearge

Leverage merupakan suatu penggunaan asset atau juga sumber dana (sources of funds) oleh perusahaan yang mempunyai biaya tetap (beban tetap) dengan maksud agar meningkatkan keuntungan pemegang saham tersebut. Perusahaan yang akan menggunakan leverage mempunyai tujuan agar keuntungan yang akan didapatkan lebih besar dari biaya tetap (beban tetap).

√ Levearge Adalah : Pengertian, Jenis, dan Tujuannya

Leverage merupakan suatu tingkat kemampuan perusahaan dalam menggunakan suatu aktiva dan/atau dana yang mempunyai beban tetap (hutang maupun juga saham istimewa) dalam rangka mewujudkan suatu tujuan perusahaan untuk memaksimisasi kekayaan pemilik perusahaa. Selain itu juga, laverage bisa juga diartikan sebagai penggunaan aktiva ataupun dana di mana untuk dapat menggunakan dana tersebut perusahaan harus menutupi biaya tetap maupun beban tetap.

Perusahaan yang mempunyai biaya operasi tetap ataupun biaya modal tetap, maka perusahaan tersebut menggunakan leverage. Penggunaan leverage ini dapat menimbulkan beban dan risiko bagi perusahaan, apalagi jika keadaan perusahaan sedang memburuk. Di samping perusahaan harus akan membayar beban bunga yang semakin membesar,lalu kemungkinan besar perusahaan mendapat penalti dari pihak ketiga bisa saja terjadi.

Pengertian Leverage Menurut Para Ahli

Sartono (2008:257)

Menurut Sartono, Leverage merupakan suatu penggunaan aset atau sumber dana (source of funds) oleh perusahaan yang mempunyai biaya tetap (beban tetap) dengan maksud agar dapat meningkatkan keuntungan potensial pemegang saham.

Irawati (2006)

Menurut Irawati, Leverage merupakan suatu kebijakan yang akan dilaksanakan oleh suatu perusahaan dalam hal menginvetasikan dana maupun dapat memperoleh sumber dana yang disertai dengan adanya beban/biaya tetap yang harus ditanggung perusahaan.

Fakhrudin (2008:109)

Menurut Fakhrudin, leverage ialah jumlah utang yang akan digunakan untuk membiayai ataupun membeli aset-aset perusahaan. Perusahaan yang mempunyai utang lebih besar dari equity yang dikatakan sebagai perusahaan dengan tingkat leverage yang sangat tinggi.

Sjahrial (2009:147)

Menurut Sjahrial, Leverage ialah penggunaan aktiva ataupun sumber dana oleh perusahaan yang mempunyai biaya tetap (beban tetap) berarti sumber dana yang akan berasal dari pinjaman karena mempunyai bunga sebagai beban tetap dengan maksud agar dapt meningkatkan suatu keuntungan potensial pemegang saham.

Jenis-jenis Leverage

adapun beberapa Jenis leverage ada 3 macam yaitu Operating Leverage, Financial Leverage dan Combination Leverage. Berikut ini dari penjelasan masing-masing leverage tersebut:

Leverage Operasi

Leverage operasi merupakan suatu seberapa besar perusahaan yang akan menggunakan beban tetap operasional (Hanafi, 2004:327). Menurut Syamsuddin (2001:107), leverage operasi ialah dimana kemampuan perusahaan di dalam menggunakan fixed operating cost untuk dapat memperbesar pengaruh dari perubahan volume penjualan terhadap earning before interest and taxes (EBIT).

Leverage operasi akan timbul sebagai suatu akibat dari adanya beban-beban tetap yang akan ditanggung dalam operasional perusahaan. Perusahaan yang mempunyai biaya operasi tetap atau biaya modal tetap, maka perusahaan tersebut akan menggunakan leverage. Dengan menggunakan operating leverage perusahaan yang dimana mengharapkan bahwa perubahan penjualan akan mengakibatkan suatu perubahan laba sebelum bunga atau pajak yang lebih besar.

Beban tetap operasional tersebut biasanya juga akan berasal dari biaya depresiasi, biaya produksi dan pemasaran yang akan bersifat tetap contonya gaji karyawan. Sebagai kebalikannya ialah beban variabel operasional. Contoh biaya variabel ialah biaya tenaga kerja yang akan dibayar berdasarkan produk yang telah dihasilkan.

Leverage Keuangan

Financial leverage merupakan suatu penggunaan sumber dana yang mempunyai beban tetap dengan beranggapan bahwa akan dapat memberikan tambahan keuntungan yang akan lebih besar dari pada beban tetapnya sehingga akan juga dapat meningkatkan keuntungan yang akan tersedia bagi pemegang saham (Sartono, 2008:263).

Kebijakan perusahaan mendapatkan modal pinjaman dari luar akan ditinjau dari bidang manajemen keuangan, merupakan penerapan Financial Leverage yang dimana perusahaan membiayai kegiatannya dengan menggunakan suatu modal pinjaman serta akan menanggung suatu beban tetap yang dapat bertujuan untuk meningkatkan suatu laba per lembar saham.

Financial Leverage timbul karena adanya kewajiban-kewajiban finansial yang juga sifatnya tetap (fixed financial charges) yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Kewajiban-kewajiban finansial yang tetap ini tidaklah dapat berubah dengan adanya perubahan tingkat EBIT atau juga harus di bayar tanpa melihat sebesar apa pun tingkat EBIT yang telah dicapai perusahaan.

Leverage Gabungan

Combination leverage terjadi apabila perusahaan merupakan baik baik operating leverage maupun financial leverage dalam usahanya untuk dapat meningkatkan keuntungan bagi pemegang saham biasa (Sartono, 2008:267).

Leverage gabungan merupakan suatu pengaruh dimana perubahan penjualan terhadap perubahan laba setelah pajak untuk dapat mengukur secara langsung efek perubahan penjualan terhadap perubahan laba rugi pemegang saham dengan Degree of Combine Leverage (DCL) yang akan didefinisikan sebagai persentase perubahan pendapatan per lembar saham sebagai akibat persentase perubahan dalam unit yang akan terjual.

 

Tujuan dan Manfaat Rasio Leverage

Menurut Kasmir,adapun tujuan perusahaan menggunakan rasio leverage,yang diantaranya yakni:

  • Untuk dapat mengetahui posisi perusahaan terhadap kewajiban kepada pihak lainnya
  • Untuk dapat kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiaban yang bersifat tetap
  • Untuk dapat keseimbangan antara nilai aktiva khususnya aktiva tetap dengan modal
  • Untuk dapat seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh utang
  • Untuk dapat seberapa besar pengaruh utang perusahaan terhadap penggelolaan aktiva.

Demikianlah artikel tentang √ Levearge Adalah : Pengertian, Jenis, dan Tujuannya dari pengajar.co.id semoga bermanfaat.

Lihat Juga:   √ Pengertian Taman Nasional : Macam, Ciri, Fungsi, Tujuan dan Manfaatnya
Lihat Juga:   √ Pengertian Telnet : Cara Kerja, Fungsi, Kelebihan dan Kekurangan
Lihat Juga:   √ Destilasi : Pengertian, Macam, Prinsip Kerja, Fungsi, Bagian, Tujuan dan Contohnya
Lihat Juga:   √Cerpen Adalah : Pengertian, Ciri, Struktur, Unsur dan Contohnya
/* */
Click to Hide Advanced Floating Content

Send this to a friend