√ Penyakit Pada Sistem Gerak : Pengertian Beserta Penyebabnya

Diposting pada

Pengertian Sistem Gerak

Sistem gerak manusia merupakan kerja sama antara organ-organ gerak sehingga bisa menciptakan gerakan yang dapat membantu aktivitas manusia. Gerak yang dilakukan oleh manusia terjadi sebab adanya sistem gerak yang saling berkoordinasi membentuk gerakan yang diinginkan manusia. Salah satu anggota gerak manusia meliputi tulang. Tulang adalah anggota gerak pasif sebab tidak bisa bergerak sendiri tulang juga melibatkan peran otot dan persendian.

√ Penyakit Pada Sistem Gerak : Pengertian Beserta Penyebabnya

Penyakit Pada Sistem Gerak

Berikut dibawah ini beberapa penyakit pada sistem gerak

1). Rakhitis

Rakhitis merupakan penyakit tulang. Rakhitis merupakan salah satu penyakit tulang sebab kekurangan vitamin D. Vitamin D berfungsi untuk membantu proses penimbunan zat kapur pada waktu pembentukan tulang. Jadi, apabila kekurangan vitamin D akan menyebabkan tulang anggota gerak berbentuk X atau O.

2). Mikrosefalus

Mikrosefalus adalah pertumbuhan tulang tengkorak yang terhambat sebab abnormalitas tirosin sehingga ukuran kepala menjadi kecil. Mikrosefalus merupakan salah satu penyakit tulang tengkorak yang cukup langka. Ukuran tulang tengkorak bisa saja berhenti berkembang pada usia trtentu. Untuk penyebabnya belum sepenuhnya diketahui. Tetapi para ahli dari kalangan dokter serta spesialis tulang, berpendapat kemungkinan besar kelainan ini disebabkan oleh faktor keturunan.

3). Hidrosefalus

Hidrosefalus merupaka salah satu kelainan yang ditandai dengan pengumpulan abnormal cairan spinal dan juga terjadi pelebaran rongga otak sehingga kepala membesar. Beberapa penyebab terjadinya hidrosefalus di antaranya ialah buruknya mekanisme penyerapan cairan akibat radang atau cedera pada otak.

4). Akromegali

merupaka salah satu penyakit pada tulang pipa yang menebal sebab kelebihan somatotropin yang bersifat lokal. Penyebab yang paling sering dari penyakit akromegali ini ialah tumor jinak di kelenjar hipofisis, yang berada di bawah otak. Apabila tidak segera di tangani dengan serius, penyakit ini akan menjadi lebih parah serta berpengaruh pada organ-organ lainnya. Seperti tulang tengkorak yang melindungi otak.

5). Osteoporosis

Osteoporosis adalah penurunan berat tulang sebab osifikasi dan terjadi penghambatan reabsorpsi bahan tulang. Hal ini bisa disebabkan oleh kelainan fungsi hormon parahormon. Secara umum penyakit osteoporosis diakibatkan karena kekurangan kalsium yang berkaitan dengan usia dan ketidakseimbangan antara kecepatan hancurnya tulang serta pembentukan tulang yang baru. Osteoporosis ini umumnya terjadi pada usia diatas 70 tahun dan paling sering menyerang wanita.

6). fraktura

Fraktura merupakan tulang retak yang tidak sampai menyebabkan organ lain terluka atau bisa menyebabkan otot serta kulit terluka. Fraktura adalah suatu keadaan terputusnya tulang yang utuh beserta jaringan yang terdapat disekitarnya akibat tekanan yang teralu berlebihan pada tulang. Sehingga struktur tulang mengalami perubahan dan juga krusakan yang bisa menimbulkan rasa sakit. Hal ini bisa menyebabkan tulang kehilangan fungsinya.

7). Greenstick

Grenstick merupakan tulang yang mengalami retak sebagian dan tidak sampai memisah. Hal ini bisa terjadi sebab faktor penyakit. Contohnya seperti penyakit diabetes. Biasanya bagian tulang yang terkena dampak penyakit ini akan mengalami pembengkokan.

8). Komminudet

Komminudet merupakan tulang yang mengalami retak menjadi beberapa bagian, namun tidak sampai keluar dari otot.

9). Lordosis

Lordosis merupakan penyakit, jika tulang pinggang melengkung ke depan yang menyebabkan kepala tertarik ke belakang.

10). Kifosis

Kifosis merupakan penyakit tulang belakang, apabila tulang punggung melengkung ke belakang yang menyebabkan orang menjadi bungkuk.

11). Skoliosis

Skoliosis merupakan kelainan tulang belakang, apabila tulang belakang melengkung ke kiri atau ke kanan.

12). Dislokasi

Dislokasi merupakan pergeseran kedudukan sendi sebab perubahan ligamen. Dislokasi adalah cedera pada kaki. Cedera dislokasi ini terjadi pada saat tulang bergeser dan keluar dari posisi normalnya pada sendi. Sebagian besar kasus dislokasi terjadi sebab benturan yang dialami oleh sendi. Contohnya seperti saat bermain basket atau jatuh dari sepeda. Diskolasi pada umumnya terjadi pada jari dan bahu.

13). Ankilosis

Ankilosis persendian yang tidak bisa digerakkan. Ankilosis merupakan salah satu gangguan/penyakit pada sendi yang mengakibatkan sendi menjadi kaku. Ankilosis merupakan salah satu penyakit kronis yang cukup sulit untuk disembuhkan. Apabila terserang penyakit ankilosis, maka pada bagian tungkai serta lengan akan sulit digerakkan pada awalnya dan kemudian tidak bisa digerakkan sama sekali saat ankilosis bertambah parah.

14). Artritis

Artritis adalah salah satu peradangan pada persendian yang meliputi dengan rasa sakit untuk digerakkan. Arthritis terbagi menjadi tiga macam, yaitu :
(a) Reumatoid, yang merupakan salah satu penyakit kronis pada jaringan penghubung sendi.
(b) Gout arthritis, yakni gangguan persendian sebab metabolisme asam urat yang gagal.
(c) Osteoartritis, yaitu penyakit sendi sebab menipisnya tulang rawan.

15). Kejang Otot

Kejang otot atau lebih sering disebut keram bisa terjadi jika otot terus-menerus melakukan aktivitas sampai akhirnya tidak bisa lagi berkontraksi sebab kehabisan energi. Kram otot atau kejang otot, baik yang terjadi pada bagian kaki maupun bagian lainnya.

16). Tetanus

Tetanus merupaka kondisi dimana otot terus menerus mengalami ketegangan sebab infeksi bakteri Clostridium tetani yang menghasilkan toksin. Kaku otot yang dialami pada saat mengalami titanus berawal dari rahang dan leher. Clostridium tetani juga bisa menyerang saraf pada manusia melalui luka kotor yang di bawanya. Clostridium tetani merupakan bakteri yang mampu bertahan hidup di luar tubuh dalam bentuk spora untuk waktu yang relatif sangat lama. Misalanya, dalam debu, tanah dan kotoran hewan maupun kotoranmanusia. Spora Clostridium tetani biasanya masuk ke tubuh melalui luka yang kotor.

17). Atrofi (Otot Mengecil)

Atrofi merupakan diamana keadaan otot mengecil sehingga menghilangkan kemampuan otot untuk
berkontraksi. Hal ini mengakibatkan otot mengalami kelumpuhan. Atrofi bisa terjadi karena disebabkan oleh mutasi gen (yang bisa merusak gen untuk membangun organ).

18). Supertrofi (Otot Membesar)

Supertrofi merupakan volume otot membesar sebab otot setiap hari dilatih secara berlebihan. Hal ini bisa terjadi akibat dari peningkatnya jumlah filamen-filamen aktin serta miosin dalam setiap serat otot, jadi akan menyebabkan pembesaran pada otot yang melebihi batas.

19). Hernia abdominalis

Hernia abdominalismerupakan keadaan dimana otot dinding perut yang lemah tersobek sehingga letak usus menurun. Penyebab penyakit hernia adalah sebab adanya titik lemah yang terjadi di dalam dinding perut. Adanya sebuah kombinasi dari kedua gejala hernia yang terjadi tadi.

20). Stiff atau kaku leher

Stif atau kaku leher merupaka keadaan dimana otot leher yang mengalami peradangan akibat gerakan atau hentakan yang salah sehingga leher terasa sangat kaku. Sakit leher atau kaku leher bisa terjadi sebab banyak hal.

Demikianlah artikel tentang √ Penyakit Pada Sistem Gerak : Pengertian Beserta Penyebabnya dari pengajar.co.id semoga bermanfaat.

Baca Juga :

Lihat Juga:   √Bentuk Negara : Pengertian, Macam, Tujuan, Unsur dan Fungsinya
Lihat Juga:   √ Kalimat Majemuk Setara : Pengertian, Macam dan Contoh
Lihat Juga:   √ Cerita Dongeng Sulawesi Selatan : Kisah Putri Tandampalik
Lihat Juga:   √ Dokumentasi adalah : Pengertian, Jenis, Fungsi, Tujuan dan Peranannya