√ Tata Surya : Pengertian, Ciri, Susunan, Macam dan Penjelasannya

Diposting pada

Pengertian Tata Surya

Segala  sesuatu  mengenai  alam  semesta  ini  sangat  menarik  untuk  dipelajari. Langit  malam memperlihatkan  pemandangan  yang  sangat  menakjubkan. Apakah  kalian  pernah  melihat  ke  langit  ketika  cuaca  cerah  pada  malam  hari? Tentunya kita dapat melihat Bulan yang memantulkan cahaya matahari sehingga terlihat  bersinar  terang.  Selain  Bulan,  kita  bisa  melihat  banyak  sekali  bintang-bintang yang bertebaran. Ada milyaran bintang di alam semesta. Bintang-bintang itu  tampak  seperti  titik-titik  terang  di  langit  malam.  Apa  penyebabnya?  Hal  ini sudah  kalian  pelajari  ketika  duduk  di  kelas  IV.

√ Tata Surya : Pengertian, Ciri, Susunan, Macam dan Penjelasannya

Ciri – Ciri Tata Surya

Selain Bulan dan bintang, sebenarnya masih banyak sekali benda langit yang ada di alam semesta ini. Benda-benda langit yang dapat kita pelajari adalah komet, meteoroid,  asteroid,  satelit,  serta  planet.  Bagaimana  kita  membedakan  benda- benda  langit  tersebut? Setiap  benda  langit  memiliki  ciri-ciri  tersendiri  yang  dapat  membedakannya dari  benda  langit  lainnya.  Perbedaan  itu  dapat  berupa  bentuk,  ukuran,  keadaan permukaan, ataupun gerakannya. Bumi yang kita tempati adalah salah satu planet penyusun tata surya. Apakah tata surya itu? Apakah hubungan antara tata surya dengan  gambar  di  atas?  Ayo,  kita  pelajari  bersama  dalam  pembahasan  berikut  ini.

Susunan Tata Surya

Tata surya ialah  susunan  yang  terdiri  dari  matahari  sebagai  pusatnya  dan dikelilingi  planet-planet  serta planet planet dan benda  angkasa  lainnya.  Tata  surya  kita  adalah bagian  dari  galaksi  Bimasakti.  Galaksi  adalah  kumpulan  bintang  yang  sangat

banyak yang membentuk alam semesta. Berdasarkan bentuknya, ada tiga macam galaksi,  yaitu  galaksi  spiral,  galaksi  eliptis,  dan  galaksi  iregular  (bentuknya  tidak beraturan). Ada miliaran galaksi di alam semesta ini. Galaksi Bimasakti atau yang disebut  Kabut Susu (Milky Way) hanyalah bagian kecil dari alam semesta. Galaksi Bimasakti  ini  termasuk  galaksi  yang  berbentuk  spiral  besar.

Galaksi  terdiri  atas  banyak  bintang.  Bintang  adalah  benda  langit  terbanyak yang  menyusun  alam  semesta  ini.  Bintang  berupa  bola  panas  yang  berpijar. Meskipun semua bintang panas, masing-masing bintang mempunyai kisaran suhu yang  berbeda.  Kalian  sudah  mengetahui  bahwa  bintang  yang  terdekat  dengan bumi  adalah  Matahari.  Matahari  hanyalah  salah  satu  bintang  di  Bimasakti. Bagaimanakah  kedudukan planet  dan  benda  angkasa  lainnya  terhadap  Matahari? Mari  kita  pelajari bersama.

Macam Tata Surya dan Penjelasannya

Matahari

Matahari  merupakan  bola  gas  panas  yang menyilaukan.  Suhu  pada  permukaannya  sekitar 6.000 o C, sedangkan suhu di dalam inti mataharisangat  panas,  yaitu  sekitar  15  juta  o C.  Diameter Matahari  109  kali  dari  diameter  bumi.  Jarak Matahari  dari  Bumi  sekitar  150  juta  kilometer. Jarak  ini  adalah  posisi  yang  tepat  untuk  ke- langsungan  kehidupan  makhluk  hidup  di  Bumi. Apabila  Bumi  lebih  dekat  lagi  dengan  Matahari maka  Bumi  akan  terbakar.  Sementara  itu,  jika Bumi pada posisi yang lebih jauh lagi maka Bumi akan  membeku. Matahari  terlihat  seolah-olah  bergerak  mengelilingi  Bumi,  karena  Matahari terlihat  terbit  dari   sebelah  Timur  dan  tenggelam  di  sebelah Barat.  Namun,  bukan hal ini yang sebenarnya terjadi. Planet-planet, termasuk Bumi dan benda langit lainlah yang  sebenarnya  bergerak  mengelilingi  Matahari.  Mengapa  demikian?  Matahari sebagai  pusat  tata  surya  mempunyai  gaya  gravitasi    yang    lebih  besar  dibandingkan planet-planet  lainnya  sehingga  dapat  menahan  planet-planet  tetap  pada  lintasannya.

Planet

Planet ialah benda langit yang tidak bisa mengeluarkan cahayanya sendiri. Planet berbeda dengan bintang. Bintang dapat memancarkan cahayanya sendiri, sedangkan planet memantulkan cahaya yang diterimanya dari bintang. Kita mengenal ada sembilan planet dalam sistem tata surya kita, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto. Berdasarkan pada Rapat Umum Himpunan Astronomi Internasional  ke-26 di Republik Ceko, diambil keputusan bahwa benda langit bisa di katakan sebuah planet jika memenuhi syarat-syarat berikut ini.

  1. Mengorbit matahari.
  2. Berukuran cukup besar sehingga mampu mempertahankan bentuk bulat.
  3. Memiliki jalur orbit yang jelas dan bersih, artinya tidak ada benda lain pada orbit tersebut.

Sebelumnya  dijelaskan  bahwa  ada  sembilan planet penyusun tata surya. Namun, berdasarkankeputusan mengenai syarat planet  tersebut, maka Pluto  yang sebelumnya adalah planet terkecil dan terjauh,  dikeluarkan  dari  daftar  planet  penyusuntata  surya.

Planet  beredar  mengeliling  Matahari  karena  Matahari  memiliki  gaya  tarik lebih  besar  dibandingkan  gaya  tarik  planet.  Peredaran  planet  mengelilingi Matahari  membentuk  lintasan  yang  disebut   orbit.  Orbit  bumi  mengelilingi Matahari  berbentuk  elips  dan  disebut  bidang

Ekliptika Peredaran  planet  mengelilingi  Matahari  disebut   revolusi Waktu  yang diperlukan planet untuk berevolusi satu kali disebut  kala revolusi Selain berevolusi, planet  juga  berputar  pada  porosnya  yang  disebut   rotasi Waktu  yang  diperlukan planet  untuk  satu  kali  rotasi  disebut  kala  rotasi.

Demikianlah artikel dari pengajar.co.id tentang √ Tata Surya : Pengertian, Ciri, Susunan, Macam dan Penjelasannya semoga bermanfaat.

Lihat Juga:   √ Oligopoli Adalah : Pengertian, Jenis, Ciri, Kelebihan dan Kekurangan Pasar Oligopoli
Lihat Juga:   √Cerita Ulang : Pengertian, Jenis, Struktur, Kaidah dan Contohnya
Lihat Juga:   √ Koordinasi Adalah : Pengertian, Jenis, Tujuan, Manfaat, Syarat dan Ruang Lingkup
Lihat Juga:   √Debat Adalah : Pengertian, Jenis, Ciri, Struktur dan Contohnya

.