Teks Eksplanasi Adalah: Cara Ilmiah Menjelaskan Fenomena Alam dan Sosial Secara Logis Dalam dunia penulisan ilmiah maupun jurnalistik, ada satu bentuk teks yang digunakan untuk menjelaskan proses terjadinya suatu peristiwa secara runtut dan masuk akal. Jenis teks itu dikenal dengan nama teks eksplanasi. Bagi banyak orang, teks ini mungkin terlihat sederhana, namun sebenarnya ia memegang peran penting dalam dunia pendidikan, media, dan komunikasi ilmiah karena berfungsi untuk menjawab pertanyaan “mengapa” dan “bagaimana” terhadap suatu fenomena.
Teks eksplanasi mengajarkan pembaca untuk memahami dunia bukan dari opini semata, melainkan dari sebab dan akibat yang bisa dijelaskan secara rasional. Di era informasi seperti sekarang, kemampuan menulis dan memahami teks eksplanasi menjadi salah satu dasar literasi sains yang wajib dimiliki oleh masyarakat modern.
“Menulis teks eksplanasi berarti menuntun pembaca untuk berpikir dengan logika, bukan hanya percaya karena kebiasaan.”
Pengertian Teks Eksplanasi
Secara umum, teks eksplanasi adalah teks yang berisi penjelasan mengenai proses terjadinya suatu peristiwa, baik peristiwa alam, sosial, maupun budaya, yang disusun berdasarkan hubungan sebab dan akibat.
Tujuan utama teks eksplanasi bukan untuk memengaruhi, melainkan untuk menjelaskan suatu fenomena secara ilmiah dan sistematis. Fenomena yang dijelaskan biasanya nyata dan bisa diamati, misalnya proses terjadinya hujan, gempa bumi, banjir, gunung meletus, hingga perubahan sosial di masyarakat.
Ciri khas teks eksplanasi adalah adanya alur kausalitas, yakni hubungan sebab-akibat yang menjelaskan mengapa suatu peristiwa bisa terjadi. Itulah yang membuat teks ini berbeda dari teks eksposisi yang hanya memaparkan informasi tanpa menjelaskan prosesnya.
“Teks eksplanasi adalah jembatan antara rasa ingin tahu dan pengetahuan yang bisa dibuktikan.”
Tujuan Teks Eksplanasi
Setiap bentuk teks memiliki fungsi dan tujuannya sendiri. Adapun tujuan teks eksplanasi dapat dijabarkan sebagai berikut:
- Menjelaskan Proses Terjadinya Suatu Fenomena
Misalnya, bagaimana proses terjadinya siang dan malam, bagaimana hujan terbentuk, atau bagaimana banjir melanda suatu daerah. - Menumbuhkan Pemahaman Ilmiah terhadap Alam dan Sosial
Pembaca diajak berpikir ilmiah, tidak hanya percaya pada mitos atau kepercayaan tanpa dasar. - Menunjukkan Hubungan Sebab-Akibat
Setiap fenomena memiliki penyebab dan dampak yang saling berhubungan. - Mendorong Sikap Kritis dan Rasa Ingin Tahu
Teks eksplanasi menumbuhkan kebiasaan bertanya “mengapa hal ini terjadi?” atau “bagaimana proses itu berlangsung?”
“Tujuan teks eksplanasi bukan untuk menilai benar atau salah, tapi untuk membantu kita memahami logika di balik kejadian sehari-hari.”
Ciri-Ciri Teks Eksplanasi
Agar tidak tertukar dengan jenis teks lainnya, berikut beberapa ciri utama teks eksplanasi:
- Bersifat faktual dan ilmiah. Semua penjelasan berdasarkan fakta yang bisa dibuktikan.
- Menjelaskan proses secara kronologis dan kausalitas. Ada hubungan sebab dan akibat yang jelas.
- Menggunakan bahasa informatif dan denotatif. Kata-katanya bermakna lugas dan objektif.
- Tidak mengandung opini pribadi. Penulis tidak menyisipkan pendapat emosional atau ajakan.
- Memiliki struktur yang sistematis. Setiap bagian teks memiliki fungsi yang jelas.
“Teks eksplanasi adalah bentuk kejujuran bahasa: tidak berlebihan, tidak berpihak, hanya menjelaskan sebagaimana adanya.”
Struktur Teks Eksplanasi Beserta Penjelasannya
Sama seperti teks ilmiah lainnya, teks eksplanasi memiliki struktur yang tersusun secara logis agar pembaca bisa memahami alur sebab-akibat dengan mudah. Berikut penjelasan rinci mengenai setiap bagiannya:
1. Pernyataan Umum
Bagian ini berisi pengenalan topik atau fenomena yang akan dijelaskan. Biasanya, pernyataan umum ditulis dalam bentuk definisi, gambaran umum, atau pengantar tentang fenomena tersebut.
Contoh:
“Gempa bumi adalah getaran yang terjadi di permukaan bumi akibat adanya pergeseran lapisan batuan di dalam kerak bumi. Fenomena ini sering menimbulkan kerusakan besar, terutama di daerah padat penduduk.”
Fungsi bagian ini adalah memberikan konteks kepada pembaca agar memahami topik sebelum masuk ke proses penjelasan.
“Pernyataan umum dalam teks eksplanasi ibarat pintu gerbang: harus cukup jelas agar pembaca tahu kemana arah pembahasan akan dibawa.”
2. Deretan Penjelasan atau Urutan Sebab-Akibat
Bagian ini merupakan inti teks eksplanasi. Di sinilah penulis menjelaskan bagaimana dan mengapa suatu fenomena bisa terjadi. Biasanya ditulis dalam bentuk tahapan proses atau penjabaran hubungan sebab dan akibat.
Contoh:
“Gempa bumi terjadi karena adanya pelepasan energi yang sangat besar di dalam bumi. Energi ini berasal dari tekanan antar lempeng tektonik yang terus bergerak. Ketika tekanan tersebut mencapai titik maksimum, maka terjadilah pergeseran lempeng yang menyebabkan getaran di permukaan bumi.”
Penjelasan bisa diperkuat dengan data ilmiah, teori, atau hasil pengamatan. Tujuannya agar pembaca tidak hanya tahu hasil akhirnya, tetapi juga memahami proses di balik fenomena tersebut.
“Setiap teks eksplanasi yang baik bukan hanya menjawab pertanyaan ‘apa’, tetapi juga menjelaskan ‘bagaimana’ dan ‘mengapa’.”
3. Interpretasi atau Simpulan Logis
Bagian terakhir teks eksplanasi biasanya berupa kesimpulan logis atau refleksi yang menegaskan pentingnya memahami fenomena tersebut.
Contoh:
“Dengan memahami penyebab gempa bumi, manusia dapat mengembangkan sistem peringatan dini dan membangun konstruksi bangunan yang lebih tahan terhadap guncangan. Pengetahuan ini sangat penting untuk mengurangi risiko bencana di masa depan.”
Bagian ini tidak bersifat emosional, melainkan analitis — menutup teks dengan logika, bukan ajakan.
“Interpretasi dalam teks eksplanasi bukan akhir cerita, melainkan undangan untuk berpikir lebih dalam tentang sebab dan akibat.”
Kaidah Kebahasaan dalam Teks Eksplanasi
Untuk menjaga objektivitas dan kejelasan, teks eksplanasi menggunakan bahasa yang khas dan berstruktur ilmiah. Berikut beberapa kaidah kebahasaan yang umumnya digunakan:
- Kata Hubung Sebab-Akibat (Konjungsi Kausalitas)
Contoh: karena, sehingga, akibatnya, oleh sebab itu, maka.
Digunakan untuk menjelaskan hubungan antar peristiwa. - Kata Teknis atau Istilah Ilmiah
Contoh: erosi, sedimentasi, evaporasi, fotosintesis, atmosfer.
Biasanya disesuaikan dengan topik yang dibahas. - Kata Kerja Material
Digunakan untuk menunjukkan tindakan fisik yang dapat diamati.
Contoh: mengalir, meletus, mencair, membeku, berputar. - Kata Kerja Relasional
Menunjukkan hubungan logis antar peristiwa.
Contoh: menyebabkan, menghasilkan, mengakibatkan, menimbulkan. - Kalimat Pasif dan Fakta Ilmiah
Kalimat pasif sering digunakan untuk menekankan peristiwa, bukan pelaku.
Contoh: “Air laut diuapkan oleh panas matahari.”
“Bahasa dalam teks eksplanasi seperti mesin: bekerja rapi dan terukur, tidak perlu hiasan, tapi menghasilkan pemahaman.”
Jenis-Jenis Eksplanasi
Dalam dunia pendidikan dan penulisan ilmiah, teks eksplanasi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan isi dan bentuk fenomena yang dijelaskan. Berikut jenis-jenisnya:
1. Eksplanasi Alam
Menjelaskan fenomena yang terjadi di alam semesta. Topiknya meliputi bencana alam, gejala cuaca, dan proses biologis.
Contoh: proses terjadinya hujan, gempa bumi, gunung meletus, fotosintesis, rotasi bumi.
“Eksplanasi alam mengingatkan kita bahwa setiap fenomena di bumi punya hukum sebab-akibat yang dapat dipahami, bukan misteri yang tak terpecahkan.”
2. Eksplanasi Sosial
Menjelaskan fenomena yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Biasanya berkaitan dengan budaya, politik, ekonomi, dan sosial.
Contoh: penyebab kemiskinan, perubahan gaya hidup remaja, dampak urbanisasi, dan perkembangan teknologi digital.
Eksplanasi sosial penting karena membantu masyarakat memahami perubahan yang terjadi di sekitarnya dengan cara logis dan kritis.
“Teks eksplanasi sosial bukan untuk menyalahkan siapa pun, tapi untuk memahami mengapa masyarakat berubah.”
3. Eksplanasi Budaya
Jenis ini menjelaskan fenomena yang berkaitan dengan tradisi, adat, atau kepercayaan masyarakat.
Contoh: asal-usul upacara adat, makna simbolik batik, atau proses pewarisan budaya dari generasi ke generasi.
Biasanya, eksplanasi budaya tidak sepenuhnya ilmiah seperti eksplanasi alam, tetapi tetap menggunakan pendekatan rasional dalam menjelaskan makna dan nilai yang terkandung dalam suatu tradisi.
“Eksplanasi budaya adalah cara ilmiah untuk menghormati tradisi — bukan dengan percaya buta, tapi dengan memahami nilai-nilainya.”
4. Eksplanasi Kombinatif
Merupakan gabungan antara eksplanasi alam dan sosial, karena dalam beberapa fenomena, keduanya saling memengaruhi.
Contoh: bencana banjir akibat perilaku manusia yang membuang sampah sembarangan, atau perubahan iklim akibat aktivitas industri.
Eksplanasi kombinatif menekankan bahwa alam dan manusia memiliki hubungan timbal balik.
“Setiap perubahan di alam adalah cermin dari perilaku manusia — inilah inti dari eksplanasi kombinatif.”
Contoh Singkat Teks Eksplanasi: Proses Terjadinya Hujan
Pernyataan Umum:
Hujan adalah proses jatuhnya air dari atmosfer ke permukaan bumi dalam bentuk tetesan. Fenomena ini merupakan bagian dari siklus air yang berlangsung terus menerus.
Deretan Penjelasan:
Proses hujan dimulai dengan penguapan air laut akibat panas matahari. Uap air naik ke atmosfer dan membentuk awan. Ketika awan menjadi jenuh dan tidak mampu lagi menampung uap air, tetesan air terbentuk dan jatuh ke bumi sebagai hujan. Jika suhu udara sangat dingin, hujan bisa berubah menjadi salju.
Interpretasi:
Hujan sangat penting bagi kehidupan karena menjaga keseimbangan ekosistem dan menyediakan sumber air bagi makhluk hidup. Namun, curah hujan yang berlebihan bisa menyebabkan banjir jika sistem drainase tidak memadai.
“Fenomena sederhana seperti hujan mengajarkan kita dua hal: keindahan alam dan tanggung jawab manusia untuk menjaganya.”
Nilai Edukatif dari Teks Eksplanasi
Teks eksplanasi tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga membentuk cara berpikir kritis. Dalam dunia pendidikan, siswa yang terbiasa membaca atau menulis teks eksplanasi akan lebih peka terhadap hubungan sebab-akibat dan lebih mampu memahami logika kehidupan.
Selain itu, teks eksplanasi mengajarkan pentingnya berpikir berdasarkan data dan bukti, bukan opini atau emosi. Hal ini sangat relevan di era media sosial, di mana informasi sering bercampur antara fakta dan hoaks.
“Teks eksplanasi mengingatkan kita bahwa memahami adalah langkah pertama sebelum berpendapat.”
