√ Fungi Adalah

Diposting pada

Pada kesempatan kali pengajar.co.id akan memberikan ulasan mengenai Struktur, yuk sama-sama kita bahas dibawah ini : √ Ciri Fungi : Pengertian dan Klasifikasinya


Pengertian Jamur atau Fungi

Jamur (Fungi) merupakan organisme eukariotik yang tidak berklorofil. Jamur bersifat uniseluler dan juga multiseluler. Jamur (Fungi) sering ditemukan pada lingkungan sekitar yang tumbuhan subur teru tama pada musim hujan sebab jamur menyukai tempat lembab. Namun jamur bisa ditemukan disemua tempat yang terdapat materi organik.


Ciri-Ciri Jamur atau Fungi

Terdapat beberapa ciri-ciri dari jamur fungi, berikut dibawah ini di antaranya

Tumbuhan Eukariota

Jamur adalah tumbuhan eukariota, yaitu yang telah mempunyai membran nukleous serta organel membran lainnya. Salah satu ciri-ciri sel eukariotik yang terdapat pada jamur (fungi) ialah mempunyai membran nukleus akan tetapi mempunyai nukleoplasma dan juga sitoplasma terpisah. memiliki organel seperti mitokondria golgi, retikulum endoplasma, ribosom dan kloroplas pada tumbuhan.


Multiseluler dan Uniseluler

Hampir seluruh jenis jamur merupakan tumbuhan multiseluler yang artinya tumbuhan yang mempunyai banyak sel. Tetapi terdapat jenis jamur yang hanya mempunyai satu sel (uniseluler). Contoh jamur yang mempunyai sel satu ialah Sacharomyces yang mampu menghasilkan tuak, yakni salah satu minuman beralkohol. Selain itu jamur Sacharomyces juga bisa dipakai untuk membuat roti, tape, peuyeum, shake, minuman anggur dan bir.


Bersifat Heterotrof

Tumbuhan jamur pada umumnya bersifat heterotrof, yaitu tidak bisa membuat makanan sendiri. Jamur merupakan tumbuhan konsumen yang mengandalkan hidup dengan menyerap nutrisi dari organisme yang lainnya. Jamur merupakan tumbuhan yang nencerna makananya di luar tubuh dan menyerap zat-zat bernutirisi di dalam selnya.


Tidak berklorofil

Meskipun termasuk tumbuhan multiseluler, fungi adalah tumbuhan yang tidak mempunyai zat hijau daun (klorofil). Jamur adalah tumbuhan konsumen dan bergantung hidup pada organisme lainnya. Jamur bergantung pada substrat yang menyediakan karbohidrat, protein, vitamin dan senyawa kimia lainnya, semua zat itu didapat dari lingkungannya.


Tubuhnya berupa Hifa

Fungi mempunyai tubuh berbentuk hifa. Hifa yakni struktur bentuk seperti tabung yang tersusun dari spora dan konidia. Hifa bisa dengan mudah dilihat dengan mata apabila berbentuk miselimum. Miselium ialah hifa yang terkumpul menjadi massa yang sanagat banyak sehingga bisa dilihat dengan mudah. Struktur yang berbentuk menyerupai payung yang umumnya dikenal orang sebagai jamur tidak lain hanyalah alat reproduksi yang dikenal sebagai karpus atau tubuh buah, yang muncul hanya sewaktu-waktu. Berdasarkan fungsinya, hifa terbagi menjadi dua fungsi, yakni hifa vegeratif dan hifa reproduktif.


Terdapat Miselium

Tubuh jamur terdapat miselium yang berperan penting dalam kelangsungan hidup jamur. Miselium merupakan bagian jamur multiseluler yang dibentuk oleh kumpulan beberapa Hifa. Sebagian miselium berguna sebagai penyerap makanan dari organisme lain atau sisa-sisa organisme. Miselium yang menyerap makanan dinamai miselium vegetatif. Sementara itu ada juga miselium yang merupakan tempat pembentukan spora


Tubuhnya dilindungi Zat Kitin

Seperti tumbuhan multiseluler yang lainnya, tubuh jamur nampak bisa tumbuh dengan dinding sel kokoh. Zat kitin merupakan zat penyusun utama dari sel-sel pada jamur. Berbeda dengan dinding sel tumbuhan lainnya yang tersusun dari selulosa, dinding sel pada jamur lebih kokoh sebab sebagian besar terbuat dari zat kitin.


Hidup di Tempat Lembab

Hampir setiap jenis fungi hidup di tempat lembab, agak masam, hidup di bahan organik, hidup pada saprofit, parasit pada tumbuhan dan hewan serta manusia. Jamur hidup ditempat lembab sebab untuk mengurangi proses penguapan air di dalam tubuh jamur. Apabila jamur banyak yang berhabitat di tempat yang lembab itu adalah suatu kewajaran sebab, pada umumnya jamur memanfaatkan bakteri yang ada di tempat lembab untuk mempertahankan hidupnya, jamur tidak bisa hidup ditempat yang kering.


Hidup Bersimbiosis

Cara hidup jamur lainnya ialah melakukan simbiosis mutualisme. Jamur yang hidup bersimbiosis, selain menyerap makanan dari organisme lain juga menghasilkan zat khusus yang bermanfaat bagi simbionnya. Simbiosis mutualisme jamur dengan tanaman bisa dilihat pada mikoriza, yakni jamur yang hidup di akar tanaman kacang-kacangan.


Hidup Sebagai Parasit

Jamur hidup di macam-macam tempat. Banyak jamur yang hidup di darat, tetapi banyak juga jamur yang hidup di tempat yang berair serta tempat yang lembab. Umumnya jamur bersifat merugikan organisme lainnya. Jamur menyerap zat-zat bernutisi pada organisme-organisme lainnya. Kita bisa mengamati kulit manusia yang terkena penyakit panu. Hal tersebut bisa terjadi sebab jamur tumbuh subur di kulit manusia, jamur tersebut menyerap zat-zat yang bernutrisi dari inangnya.


Klasifikasi Fungi (Jamur)

Terdapat 4 klasifikasi fungsi jamur (fungu), berikut dibawah ini penjelasannya

Zygomycota

Ciri-ciri tubuh Zygomycota tersusun dari benang-benang hifa yang terbentuk dengan sekat melintang, tetapi terdapat juga yang tidak bersekat secara melintang. Hifa pada Zygomycota bercabang cukup banyak serta permukaan dinding selnya dilengkapi oleh kandungan kitin. Fungi dalam divisi Zygomycota berada pada jamur yang tumbuh di tempe, roti, nasi, dan jenis makanan lainnya.


Ascomycota

Secara umum ciri fungi divisi Ascomycota ini adalah mampu menghasilkan spora askus atau askospora. Spora askus adalah spora yang dihasilkan melalui reproduksi secara seksual dan terdapat sebanyak 8 spora yang berada di dalam kotak spora. Adapun bentuk dari kotak spora ini seperti kantong dan umumnya dinamai dengan askus. Ascomycota mengalami tahap reproduksi secara seksual maupun aseksual. Adapun reproduksi secara seksual langkah pertama adalah hifa yang berbentuk percabangan tersebut akan berdiferensiasi untuk pembentukan alat kelamin jantan dan betina.


Basidiomycota

Basidiomycota adalah jenis fungi yang paling sering dijumpai pada musim penghujan. Contoh dari fungi Basidiomycota ini yakni, jamur kuping, jamur pohon, jamur barat, dan sebagainya. Basidiomycota mempunyai ukuran yang cukup besar, sehingga untuk jamur jenis ini bisa di lihat langsung dengan kasat mata. Pada umumnya bentuk dari tubuh buah fungi devisi Basidiomycota hampir sama seperti payung. Basidiomycota adalah fungi yang dibudidayakan, misal jamur tiram, jamur merang, jamur shiltake dan sebagainya. Hifa yang terdapat pada Basidiomycota memiliki sekat melintang serta berinti satu ataupun berinti dua.


Deuteromycota

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa untuk fungi yang bisa menciptakan askus dari tahap reproduksinya di kelompokkan ke dalam jenis Ascomycota, sedangkan fungi yang menghasilkan basidium di kelompokkan dalam Basidiomycota. Secara keseluruhan tidak semuanya jenis fungi sudah diketahui bagaimana cara perkembangbiakannya baik secara seksual maupun aseksual. Dengan demikian para ahli belum dapat mendefinisikan fungi tersebut ke dalam divisi yang seperti apa seharusnya.


Reproduksi Fungi

  • Reproduksi Vegetatif

Reproduksi vegetatif jamur adalah jamur sel tunggal, yang dilakukan oleh pembentukan tunas yang menanam di individu baru, serta reproduksi vegetatif pada jamur multiseluler dengan cara berikut:

  1. Fragmentasi (pemisahan) Hypha, sepotong HYFA terpisah kemudian akan menanam jamur baru.
  2. Pembentukan spora aseksual, spora aseksual dapat sporangiospora atau conidospores.

Dalam beberapa jenis jamur tumbuh akan menghasilkan sporangiosfor (kotak spora batang). Pada akhir sporangiofor adalah sporangium (Spore Box). Sementara di kotak spora akan ada Divisi sel mitose yang menghasilkan banyak sporangiospora dengan kromosom haploid. Sementara di jamur lain, jika orang dewasa dapat menghasilkan konidiofor (batang conidium), pada akhir Konidiofor ada conidium (kotak konidiospora).

Dalam conidium, pembelahan sel akan terjadi, yang mitosis melalui produksi banyak conidiospora dengan haploid berkromosoma (n), baik sporangiospora dan konidiospora, jika jatuh di tempat yang cocok akan tumbuh ke hyfa baru haploid (s).


  • Reproduksi Generatif

Reproduksi jamur generatif (seksual) terjadi di muka dengan pembentukan spora seks oleh peleburan antara HYFA, yang memiliki spesies yang berbeda.

  1. Dilakukan dengan melelehkan inti/inti dari dua sel induk.
  2. Reproduksi seksual ini kurang Umum dan kurang dari aseksual.
  3. Pembibitan ini terjadi dalam keadaan tertentu.
  4. adalah reproduksi darurat yang dilakukan jika terjadi perubahan kondisi lingkungannya.
  5. Menghasilkan keturunan yang memiliki keragaman genetik yang lebih tinggi daripada reproduksi vegetatif.
  6. Dari variasi genetik adalah mungkin untuk menghasilkan keturunan yang lebih adaptif dalam hal perubahan dalam keadaan lingkungan.

Struktur Fungi struktur fungi

  1. Struktur tubuh fungi terdiri dari sel eukaryotik yang terdiri dari dinding sel yang mengandung zat kitin. Zat yang unik dari kitin pada jamur menyerupai substansi kitin pada kerangka luar athropoda pasangan. Ini kain kitin terbuat dari polisakarida, kuat dan fleksibel.
  2. Benang halus yang membentuk tubuh jamur disebut Hifa.
  3. Hifa dalam jamur dapat menjadi cabang yang membentuk jaringan yang disebut miselium.
  4. Miselium ini akan membentuk sebuah kepang untuk membentuk tubuh seperti buah dalam jamur.
  5. Selain itu, hyphae pada jamur juga memiliki penghalang atau pembagi antara sel yang disebut SEPTA. SEPTA pada jamur memiliki pori yang cukup besar sehingga organel sel dapat mengalir dari sel ke sel lain.
  6. Dalam beberapa jenis jamur, Hyfa tidak memiliki partisi yang disebut Hypha Asepta. Hyphae ini adalah massa sitoplasma panjang yang berisi ratusan sampai ribuan inti disebut senocytic hyfa. Inti adalah banyak karena pembagian diulang inti sel tanpa pembelahan sitoplasmik yang menyertainya.
  7. Adapun cabang Hyfa dan bentuk Mycelium memungkinkan jamur untuk menyerap lebih banyak nutrisi.
  8. Jamur dengan parasitisme memiliki hyfa dimodifikasi disebut haustorium.
  9. Nah, rumah ini adalah tip yang bekerja di atas jaringan host dan menguras nutrisi dari host.
  10. Hyfa pada miselium dibedakan membentuk agen reproduksi yang fungsinya menghasilkan spora. Miselium ini disebut misookum generatif.

Contoh Fungi

  • Zygomycota Zygomycota

  1. Rhizopus Oligosporus
  2. Rhizopus nigricans
  3. Rhizopus Stolonifer
  4. Pilobolus
  5. Mucor mucedo

  • Ascomycota Ascomycota

  1. Penicillium
  2. Aspergillus
  3. Neurospora
  4. Saccharomyces
  5. Morcella Deliciosa
  6. Higrophorus

  • Basidiomycota Basidiomycota

  1. Volvariella Volvacea(jamur merang)
  2. Pucinia graminae
  3. Auricularia polytricha (jamur kuping),
  4. Ustilago maydis
  5. Amanita palloides
  6. Pleurotus ostreatus – wild,
  7. Polyporus acularius
  8. Ganoderma sp
  9. Gloeophyllum striatum
  10. Phellinus sp

  • Deuteromycota Deuteromycota

  1. Mycosporium penyebab penyakit kurap.
  2. Epidermophyton menyebabkan penyakit pada sela jari kaki
  3. Mycosporium, Verticellium, dan Cercos parasit pada tumbuhan.
  4. Fusarium

Demikianlah artikel tentang Fungi Adalah : Pengertian, Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Struktur, Contoh dari pengajar.co.id semoga bermanfaat.

Lihat Juga:   √ Legenda Asal Usul Rawa Pening

Lihat Juga:   Larutan Elektrolit

Lihat Juga:   √ Esai Adalah

Lihat Juga:   Seminar Pendidikan Adalah