Momen Inersia

Diposting pada

Pada kesempatan kali ini pengajar.co.id akan membuat artikel mengenai Momen Inersia , yuk sama-sama kita bahas dibawah ini : Momen Inersia Benda Tegar


Pengertian Momen Inersia

Dalam hukum pertama Newton dikatakan “objek bergerak akan cenderung bergerak dan benda tetap cenderung tenang.” Selain itu, inersia adalah kecenderungan benda untuk mempertahankan negara (hanya diam atau bisa bergerak). Inersia juga disebut inersia dari suatu objek. Oleh karena itu, hukum pertama Newton, juga dikenal sebagai hukum inersia atau hukum inersia. Sebagai contoh, benda-benda yang sulit untuk bergerak dikatakan memiliki inersia yang besar. Rotasi bumi selalu dalam keadaan yang disebut memiliki rotasi insersia.

Saat atau momen gaya adalah produk dari kekuatan lengan momen. Jadi, momen inersia adalah ukuran kecenderungan atau inersia dari benda berputar pada porosnya.

Ukuran saat obyek inersia dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:

  • massa benda
  • Bentuk (geometri)
  • Lokasi sumbu rotasi
  • Jarak dari sumbu rotasi dari objek (lengan tuas).

Momen Inersia Partikel

Sebelum mendekati momen inersia dari benda tegar, pertama kita harus belajar momen inersia partikel. dalam hal ini, tidak membayangkan partikel objek yang sangat kecil. Bahkan, tidak ada batas ukuran untuk partikel kata. Dengan demikian, penggunaan partikel jangka panjang untuk memfasilitasi pembahasan gerak, di mana posisi objek digambarkan sebagai posisi suatu titik. Konsep partikel-partikel ini yang kita gunakan dalam pembahasan gerak benda pada Kinematika topik (motion linear, Parabolic Gerak, gerakan melingkar) dan dinamis (hukum Newton). Dengan demikian, objek yang dianggap partikel.

Konsep partikel ini berbeda dengan konsep tubuh kaku. Dalam gerakan bujursangkar dan gerakan parabola, misalnya, kita menganggap benda-benda dalam bentuk partikel, karena ketika bergerak, setiap bagian memiliki kecepatan (speed linear misalnya) yang sama. Ketika mobil bergerak, misalnya, mobil depan dan belakang memiliki kecepatan yang sama. Hal ini menunjukkan tag mobil alias sebagai partikel.

Ketika sebuah benda melakukan gerakan rotasi, kecepatan linear setiap bagian dari tubuh. Bagian dari benda-benda yang dekat dengan sumbu rotasi bergerak lebih lambat (kecepatan linier kecil), sedangkan benda-benda di tepi mobile (kecepatan linear lebih besar) lebih cepat. Jadi kita tidak bisa menganggap objek sebagai partikel karena kecepatan linear setiap bagian tubuh yang berbeda saat berjalan. kecepatan sudut semua bagian dari objek yang sama. Dalam hal ini telah dijelaskan dalam kinematika rotasi.

Jadi pada kesempatan ini, pertama di saat peninjauan inersia sebuah partikel yang melakukan gerakan rotasi. Hal ini dimaksudkan untuk membantu kita memahami konsep momen inersia. Setelah membahas momen inersia partikel, maka akan tahu momen inersia dari benda tegar. Tubuh kaku memiliki bentuk dan ukuran keragaman. Jadi untuk membantu kita memahami momen inersia benda-benda yang memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda, pertama kita harus memahami momen inersia partikel. Namun, setiap benda yang bisa dibilang terdiri dari partikel-partikel.

gambar Inersia partikel
Gambar Sebuah partikel yang memerlukan gerakan rotasi

Sekarang mari kita mempertimbangkan sebuah partikel yang melakukan gerakan rotasi. Dapat menggunakan gambar

Sebagai contoh, sebuah partikel bermassa m diberikan sebagai kekuatan F sehingga ia melakukan gerakan rotasi terhadap sumbu O. Partikel adalah r dari sumbu rotasi. partikel yang awalnya tetap (kecepatan = 0). Memiliki diberikan F kekuatan, partikel bergerak dengan kecepatan linear tertentu. Pada awalnya keheningan partikel, kemudian pindah (menjalani

perubahan dalam kecepatan baris) setelah gaya yang diberikan. Dalam hal ini, kecepatan tangensial keberatan. Percepatan tagensial = percepatan linear partikel pada rotasi.

Satu dapat mengungkapkan hubungan antara gaya (F), massa (m) dan percepatan tangensial (at), persamaan hukum kedua Newton:

F = matan

Karena partikel yang melakukan gerakan berputar, maka tentu memiliki percepatan sudut. Hubungan antara percepatan sudut dari percepatan tangensial dinyatakan oleh persamaan:

= Atan r.α

Sekarang kita memasuki singgung dalam persamaan di atas:

→ F = = atan Matan rα

F = mrα

Multiply kiri dan kanan oleh:

Rf = r (mrα)

Rf = mr 2

Catatan sisi kiri. Rf = torsi untuk memaksa arah tegak lurus terhadap sumbu (dibandingkan dengan gambar di atas). Persamaan ini dapat ditulis sebagai:

τ = (m 2) α

MR2 adalah momen massa inersia partikel m, yang berputar jauh r dari sumbu rotasi. Persamaan ini juga memberikan hubungan antara torsi, momen inersia dan percepatan sudut partikel yang melakukan gerakan berputar. Kesegaran istilah hukum kedua persamaan Newton untuk partikel berputar.

Dan Momen inersia partikel, adalah produk dari massa partikel (m) dengan kuadrat jarak dari sumbu rotasi tegak lurus terhadap partikel (r2). Sebagai contoh, bandingkan dengan gambar di atas. Secara matematis, momen inersia partikel dirumuskan sebagai berikut:

I = m 2

Keterangan: I = momen inersia

m = massa partikel

r = jarak partikel dari sumbu rotasi


Momen Inersia Benda Tegar

Momen Inersia Benda Tegar
Momen Inersia Benda Tegar

Bisakah kita berpikir tubuh kaku terdiri dari banyak partikel tersebar melalui itu. Setiap partikel yang tidak memiliki massa dan pasti memiliki jarak r dari sumbu rotasi. sehingga momen inersia setiap objek adalah total momen inersia semua partikel yang membentuk itu.

Ini hanya persamaan umum. Namun, untuk menentukan momen inersia dari benda tegar, kita perlu mempertimbangkan tubuh kaku ketika menjalankan. Meskipun bentuk dan ukuran dua benda bersama-sama, tetapi jika dua benda yang berputar pada sumbu poros alias yang berbeda, maka momen inersia juga berbeda.

I = Momen Inersia

L = Panjang Benda

M = Massa Benda


Momen Inersia Benda Pejal Momen Inersia Benda Pejal


Momen Inersia Stem ulet

Pertimbangkan batang tanah m dan panjang L untuk memutar sekitar sumbu yang melewati pusat massa (Gb.1). Di bagasi, ada dua variabel: massa dan panjang batang. Mengingat momen inersia batang (HDI) tergantung pada dua variabel tersebut adalah dimensi analisis, kita bisa mendapatkan momen inersia batang proporsional sebanding dengan massa panjang poros persegi dan batang atau matematika dapat ditulis: Momen Inersia Batang Pejal


Rumus Momen Inersia dan cara Menghitungnya

Dibawah ini terdapat beberapa momen inersia pada titik partikel. Dalam titik partikel tersebut ada massa (m) yang melakukan gerak rotasi pada sumbu jari jari (R). Untuk mengamati mengenai rumus inersia, kamu bisa melihat gambar dibawah ini.

Cara Menghitung Momen inersia

Berdasarkan gambar diatas bisa kita simpulkan bahwa momen inersia yang ditunjukkan dengan perkalian massa partikel dengan jarak partikel kuadrat menuju sumbu putar (jari jari/R). Dengan begitu didapatkan rumus momen inersia pada titik partikel yaitu:

I = m x R²

Keterangan rumus momen inersia di atas:
I = Momen Inersia (kg.m²)
m = massa partikel (kg)
R = jari jari rotasi (m)

benda yang terdiri atas susunan partikel (titik), apabila melakukan gerak rotasi mempunyai momen inersia sama dengan hasil jumlah dari momen inersia partikel penyusunnya.

  Momen inersia


1). menghitung momen inersia jika benda berotasi

jika benda yang berotasi ialah benda tegar yang mempunyai susunan masa yang berlanjut atau tidak bisa uraikan maka momen inersia bisa dihitung dengan metode integrel sebagai berikut dibawah ini.

√Cara Menghitung Momen inersia : Pengertian, Rumus, Penerapan dan Contohnya


2). menghitung momen inersia apabila sumbu putarnya tidak berada pada pusat masa

momen inersia benda yang sumbunya berada pada pusat masa disebut momen nersia pusat masa. apabila sumbu putarnya tidak berada pada pusat masa, untuk mencari momen inersianya, bisa memakai persamaan berikut.

√Cara Menghitung Momen inersia : Pengertian, Rumus, Penerapan dan Contohnya

Selain rumus momen inersia diatas, ada juga tabel momen inersia untuk benda-benda yang bentuknya teratur dan berotasi pada sumbu tertentu. Berikut penjelasan beserta rumusnya:

√Cara Menghitung Momen inersia : Pengertian, Rumus, Penerapan dan Contohnya

√Cara Menghitung Momen inersia : Pengertian, Rumus, Penerapan dan Contohnya

Pengertian momen inersia dan rumus momen inersia bisa kita semua terapkan dalam kehidupan sehari-hari. seperti ada sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan penuh lalu mengerem secara tiba-tiba. Mobil tersebut mempunyai kecenderungan untuk mempertahankan gerakannya. lalu ada contoh inersia lain yakni kecenderungan pada benda diam.


Contoh Momen Inersia Dalam Kehidupan Sehari-hari

ada beberapa Contoh Momen Inersi Kehidupan Sehari-hari, berikut dibawah ini

1). contoh momen inersia menggunakan sepeda motor

pernahkan kamu menaiki sepeda motor dengan kecepatan tinggi, lalu mengerem secara tiba-tiba Nah, ketika motor yang kamu naiki melaju dengan kencang, kemudian direm dengan tiba-tiba, maka pada saat itu adanya kecenderungan sepeda motor mempertahankan geraknya.


2). contoh momen inersia pada benda diam

Apakah kecenderungan tersebut juga berlaku untuk benda diam? contoh, letakanlah selembar kertas HVS di atas meja, lalu taruh sebuah penghapus di atas kertas HVS tersebut. Tarik kertas HVS dengan cepat. Apa yang terjadi? penghapus tetap tinggal di atas meja. Artinya sifat alami benda yang cenderung mempertahankan keadaanya yang diam.


Penerapan Momen Inersia

terdapat beberapa contoh penerapan momen inersia,berikut penjelasannya

1). Momen Inersia Pada Pemain Ski Es

Momen Inersia adalah sifat yang dimiliki oleh suatu benda untuk mempertahankan letaknya dari gerak berotasi. Momen inersia ialah ukuran resistansi atau kelembaman suatu benda terhadap perubahan dalam gerak rotasi. Momen inersia bergantung pada distribusi massa benda relatif dengan sumbu rotasi benda.

sebab torsi yang dikerjakan oleh es ialah kecil, momentum anguler pemain ski ialah mendekati konstan. pada saat ia menarik tangannya ke dalam ke arah badannya, momen inersia badannya terhadap sumbu vertikal melalui badannya berkurang. sebab momentum angularnya L = I? harus tetap konstan, bila I berkurang, kecepatan angularnya ? bertambah; artinya, ia berputar dengan laju yang lebih cepat.


2). Aplikasi Momen Inersia Pada jaw crusher

Jaw Crusher sendiri digunakan secara luas pada industri pertambangan, industri metal, konstruksi, pembangun jalan tol, pembangunan rel kereta serta industri kimia.

cara Kerja Mesin Jaw Crusher adalah Jaw Crusher bekerja mengandalkan kekuatan motor. dengan roda motor, poros eksentrik dikendalikan oleh sabuk segitiga dan slot wheel untuk membuat jaw plate bergerak seirama.

Demikialah artikel mengenai Momen Inersia : Pengertian, Momen, Rumus, Contoh, Penerapan dari pengajar.co.id smeoga bermanfaat.

Lihat Juga:   Pengertian Lemak

Lihat Juga:   Pengertian CSR

Lihat Juga:   Kalor Adalah

Lihat Juga:   Puisi Adalah