√ Arthropoda : Pengertian, Ciri, Klasifikasi, Struktur, Peranan

Diposting pada

Pada kesempatan kali ini pengajar.co.id akan membuat artikel mengenai Arthropoda, yuk sama-sama kita bahas dibawah ini : √ Ciri Arthropoda : Pengertian, Klasifikasi, Ukuran dan Bentuk Tubuh


Pengertian Arthropoda

Arthropoda merupakan hewan dengan kaki beruas-ruas, berukuku dan bersegmen. Kata Arthropoda berasal dari bahasa Yunani yang terdiri atas dua kata yakni arthro yang artinya ruas dan podos yang artinya kaki. Arthropoda adalah salah satu hewan tripoblastik selomata dan bilateral simetris. Tubuh Arthropoda terdiri dari kepala, dada dan abdomen yang keseluruhan dibungkus oleh zat kitin serta kerangka luar (eksoskeleton). Pada umumnya diantara ruas-ruas terdapat bagian yang tidak mempunyai zat kitin sehingga ruas-ruas tersebut mudah untuk digerakkan. Pada waktu tertentu kulit dan tubuh Arthropoda mengalami pergantian kulit (eksdisis).


Ciri-Ciri Arthropoda

Adapun ciri-ciri arthropoda ialah sebagai berikut

1). Tubuh Tersegmentasi.

Ini artinya bahwa mereka akan mempunyai tubuh yang terdiri dari lebih dari satu bagian. Laba-laba mempunyai dua segmen dan lalat mempunyai tiga segmen.


2). Banyak Kaki Bersendi atau Anggota Badan

Laba-laba mempunyai 8 kaki, kaki seribu bisa mempunyai Ratusan! lalat mempunyai tiga segmen.


3). Sebuah Eksoskeleton

Ini merupakan kerangka eksternal. Seperti baju besi yang melindungi tubuh arthropoda. Pada saat arthropoda lahir eksoskeleton yang lembut tapi mengeras dengan cepat dan bisa ditumpahkan saat makhluk tumbuh. Arthropoda merupakan invertebrata, yang artinya bahwa mereka tidak mempunyai tulang belakang.


4). Berdarah Dingin

Arthropoda merupakan berdarah dingin – yang berarti, suhu tubuh mereka tergantung pada suhu lingkungan sekitar mereka. Arthropoda adalah beberapa hewan paling menarik di dunia!


5). Habitat

Arthropoda yang di seluruh dunia dalam distribusi mereka dan menempati berbagai habitat termasuk laut dalam, perairan pesisir, habitat darat, sungai dan sungai air tawar, hutan, gurun, semak belukar, dan padang rumput.


Klasifikasi Arthropoda

Berikut dibawah ini klasifikasi arthropoda berdasarkan struktur tubuhnya. Arthropoda dapat dibedakan menjadi 4 tipe yakni sebagai berikut

1). Arachnoidea

Arachnoidea dimana berasal dari bahasa yunani yaitu arachno yang artinya laba-laba. Contoh dari arachonoidea sendiri yaitu kalajengking, laba-laba, tungau. Yang pada umumnya arachnoidea mempunyai sifat parasite yang bisa merugikan manusia, hewan maupun tumbuhan.


2). Insecta (Serangga)

Istilah insecta yang dalam bahasa latin ialah insect yang artinya serangga. Insecta merupakan satu-satunya kelompok dari invertebrate yang bisa terbang. Adapun penyebaran dari insect sangatlah luas dengan kenakeragaman tinggi di antara kelas-kelas yang lain.


3). Crustacea

Crustacea merupakan salah satu hewan air yang mampu hidup di laut dan juga di air tawar. Dimana crustacean sendiri memiliki tubuh yang bersegmen (beruas) serta terdiri dari sefalotoraks (kepala dan dadanya menjadi satu) serta abdomen (perut).


4). Myriapoda

Myriapoda adalah gabungan dari kelas Chilopoda dan Diplopoda yang mana tubuhnya beruas-ruas dan dari setiap ruasnya memiliki satu pasang atau dua pasang kaki.


Ukuran Dan Bentuk Tubuh Arthropoda

Ukuran tubuh Arthropoda bervariasi, ada yang berukuran kecil kurang dari 0,1 mm (misalnya tungau dan kutu) hingga ada juga yang berukuran lebih dari 3 m (misalnya kepiting Macrocheira kaempferi). Bentuk tubuh Arthropoda sangat bervariasi. Tubuhnya yang simetri bilateral serta dilindungi oleh eksoskeleton (rangka luar). Arthropoda mempunyai anggota tubuh dengan struktur serta fungsi yang berbeda-beda, misalnya sayap untuk terbang, kaki untuk berjalan maupun berenang, capit untuk menangkap mangsa, alat kopulasi, alat untuk pertahanan tubuh dan alat reseptor sensori.


Struktur Tubuh Arthropoda

Tubuh Artropoda tersegmentasi oleh sejumlah segmen yang berbeda. Dalam setiap segmen tubuh ada sepasang kaki yang beruas. Segmen terhubung ke bagian tubuh, yaitu rongga (kepala), dada dan perut (perut).

Fitur lain dari Arthropoda adalah keberadaan kutikula keras yang membentuk exoskeleton. Exoskeleton terdiri dari kitin, yang diekskresikan oleh sel kulit. Exoskeleton melekat pada kulit membentuk perlindungan tubuh yang kuat.

Exoskeleton terdiri dari pelat yang dihubungkan oleh pita yang lembut dan fleksibel. Eksoskeleton tidak dapat memperbesar setelah pertumbuhan tubuh. Oleh karena itu, tahap pertumbuhan Arthropoda selalu diikuti oleh pengelupasan exoskeleton lama dan pembentukan exoskeleton baru.

Tahap pelepasan exoskeleton disebut MOLTING atau ecdyitis. Hewan yang biasanya melakukan ecdyns seperti kepiting, udang dan Spider. Sistem saraf Arthropoda dalam bentuk sistem tangga tali terdiri dari sepasang sepanjang sisi ventral tubuh.

Pada berbagai titik dalam segmen tubuh terdapat pembesaran tali tangga tali, yang dinamakan ganglia. Ganglia berfungsi sebagai pusat refleks dan pengendalian berbagai kegiatan. Fungsi ganglia anterior yang lebih besar sebagai otak.

Sistem pencernaan Arthropoda terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus, dan anus. Mulutnya dianut dengan berbagai alat tambahan, seperti rahang bawah dan maksila pada belalang.

Arthropoda bernafas dengan insang, trakea atau paru dari buku. Metabolisme residu dalam bentuk cairan diekskresikan oleh saluran organ ekskresi/tubula Malpighi, kelenjar ekskresi atau keduanya.

Sistem sirkulasi Arthropoda terbuka. Sistem sirkulasi terdiri dari jantung, pembuluh darah pendek dan sebuah ruangan di sekitar organ tubuh disebut sinus atau hemosol. Darah Arthropoda juga disebut HEMOLIMFA.


Cara hidup dan habitat Arthropoda

Cara hidup Arthropoda sangat beragam, ada yang hidup bebas, parasit, comensal atau simbiosis. Di lingkungan kita sering ada kelompok hewan, seperti nyamuk, lalat, semut, kupu-kupu, capung, belalang dan lebah.

Habitat dari operasi Arthropoda luas. Beberapa berada di laut, di air tawar, di padang pasir dan di padang rumput.


Reproduksi Arthropoda

Sistem reproduksi Artropoda biasanya bersifat seksual. Tapi ada juga satu aseksual, yaitu dengan partenogenesis.

Partenogenesis adalah pembentukan individu baru tanpa pemupukan (konsep). Individu yang dihasilkan adalah steril. Organ reproduksi pria dan wanita dari Artropoda dipisahkan, masing-masing menghasilkan satu gamet pada individu yang berbeda, sehingga mereka dioseus (dalam dua). Pemupukan menyebabkan telur.


Peranan Arthropoda Bagi Kehidupan

  1. Arthropoda termasuk sangat baik untuk dikonsusmi karena ia mamiliki kandungan protein yang tinggi. Keuntungan ini dapat anda dapat dari beberapa pilihan macam hewan arthropoda yang ada, contohnya udang windu (pemilik nama ilmiah Penaeus monodon), lobster (pemilik nama ilmiah Panulirus homarus), kepiting (pemilik nama ilmiah Scylla serrata), rajungan (pemilik nama ilmiah Portunus), laron dan gangsir.
  2. arthropoda dapat menghasilkan madu yang sangat bermanfaat bagi manusia, lebah madu (Apis mellifera) adalah bentuk konkritnya.
  3. Kepompong ulat sutra (Bombyx mori) adalah bagian dari arthropoda yang dapat punya kontribusi besar dalam pembuatan kain sutera.
  4. Serangga-serangga yang biasa hinggap di bunga, mereka sangat membantu dalam penyerbukan tanaman.
  5. Secara biologi, serangga predator sebagai pemberantas hama tanaman. Ini sangat membantu dalam dunia pertanian.

Demikianlah artikel tentang Arthropoda : Pengertian, Ciri, Klasifikasi, Ukuran Bentuk Tubuh, Struktur, Cara Hidup, Habitat, Reproduksi, Peranan dari pengajar.co.id semoga bermanfaat.

Lihat Juga:   √ Apa itu Pariwisata : Pengertian, Jenis, Unsur, Manfaat dan Tujuan Pariwisata

Lihat Juga:   √Komunikasi Daring Adalah

Lihat Juga:   Perbedaan Jaringan Tumbuhan dan Hewan

Lihat Juga:   Surat Jalan Adalah