√Apa Itu Stakeholder : Pengertian, Fungsi, Jenis dan Contohnya

√Apa Itu Stakeholder : Pengertian, Fungsi, Jenis dan Contohnya
5 (100%) 1 vote

Pengertian Stakeholder

Stakeholder merupakan dari suatu masyarakat, kelompok, komunitas maupun individu manusia yang akan memiliki hubungan atau kepentingan terhadap suatu organisasi dan perusahaan. Suatu masyarakat, kelompok, komunitas maupun individu tersebut dapat dikatakan sebagai stakeholder jika mereka memiliki karekteristik seperti yang memiliki kekuasaan atau kepentingan terhadap organisasi maupun perusahaan.

√Apa Itu Stakeholder : Pengertian, Fungsi, Jenis dan Contohnya

Atau juga definisi dari stakeholder yakni orang yang akan memiliki minat ataupun kepentingan di dalam suatu perusahaan/pekerjaan. Hal ini juga bisa menyangkut kepentingan finansial atau juga kepentingan yang lainnya. Jika orang tersebut terkena pengaruh dari apa yang terjadi pada perusahaan/pekerjaan, baik itu dampak negatif maupun positif orang tersebut dapat juga dikatakan sebagai stakeholder. ada Beberapa contoh stakeholder contohnya seperti pegawai ataupun karyawan, pelanggan, staff dan supplier. Adapun juga organisasi yang hanya memiliki stakeholder atau tidak memiliki shareholder , contohnya: seperti Universitas. Universitas pada umumnya tidak akan memiliki saham akan tetapi hanya akan memiliki stakeholder yang banyak contohnya mahasiswa, dosen, satpam, staff, akademik dan lain seagainya.

Fungsi Stakeholder

Stakeholder dalam kegiatan bisnis juga memiliki peran yang berbeda-beda sesuai dengan fungsi atau tugasnya masing-masing, namun, memiliki tujuan yang sama yakni mengembangkan suatu perusahaan dalam kegiatan bisnis. Peran stakeholder yakni:

a. Pemegang Saham atau Pemilik

Pemegang saham juga berperan sebagai investor yang akan menyediakan modal untuk berjalannya suatu perusahaan. Pemegang saham juga dapat berperan sebagai pengawas dalam perusahaan untuk dapat mengamati kinerja para pegawai dan juga akan kondisi finansial dalam perusahaan.

b. Pegawai

Kinerja perusahaan akan sangat bergantung pada kinerja sumber daya manusia tang di dalamnya. Pegawai akan memiliki peran yang cukup penting dalam bisnis dimana mereka merupakan orang yang juga berkaitan secara langsung dengan proses produksi.

Kondisi yang nyaman atau harmonis diantaranya para pegawai akan menghasilkan kerjasama yang baik dengan mengesampingkan kepentingan masing-masing.

c. Suplier

Pemasok berperan dalam menyediakan bahan baku yang akan digunakan untuk produksi. Apabila terjadi keterlambatan dalam penyediaan bahan baku akan mengganggu jalannya proses produksi yang akan berdampak pada proses pemasaran ataupun distribusinya.

d. Konsumen

Konsumen juga berperan sebagai pengguna atau pengamat hasil produk dari suatu perusahaan. Laris tidaknya barang yang akan dipasarkan sangat tergantung pada selera masyarakat sehingga saran konsumen sangat penting untuk kemajuan perusahaan.

e. Bank (Creditor)

Individu maupun lembaga keuangan yang akan memberikan pinjaman kepada pengusaha. Pada umumnya kreditor juga akan memberikan pinjaman dengan syarat tertentu sebagai jaminan uang mereka yang akan dikembalikan tepat waktu berikut prestasinya.

Jenis-Jenis Stakeholder

Berdasarkan kekuatan, posisi penting, atau pengaruh stakeholder terhadap suatu issu, stakeholder dapat kita diketegorikan kedalam beberapa kelompok yakni stakeholder primer, sekunder maupun stakeholder kunci.

a. Stakeholder Utama (Primer)

Stakeholder utama merupakan stakeholder yang juga memiliki kaitan kepentingan secara langsung dengan suatu peraturan, program, atau proyek. Mereka juga harus ditempatkan sebagai penentu utama dalam proses pengambilan keputusan tersebut.

b.Stakeholder Pendukung (Sekunder)

Stakeholder juga pendukung (sekunder) adalah stakeholder yang tidak akan memiliki kaitan kepentingan secara langsung terhadap suatu kebijakan, program, maupun proyek, tetapi juga memiliki kepedulian (concern) dan keprihatinan sehingga mereka turut bersuara atau sangat berpengaruh terhadap sikap masyarakat dan keputusan legal pemerintah.
Yang juga termasuk dalam stakeholders pendukung (sekunder) yakni:

  • Lembaga pemerintah dalam suatu wilayah tetapi tidak akan memiliki tanggung jawab langsung.
  • Lembaga pemerintah yang sudah terkait dengan issu tetapi tidak akan memiliki kewenangan secara langsung dalam pengambilan keputusan.
  • Lembaga swadaya Masyarakat (LSM) setempat : LSM yang akan bergerak di bidang yang bersesuai dengan rencana, manfaat, dampak yang muncul yang akan memiliki concern.
  • Perguruan Tinggi yaitu kelompok akademisi ini akan memiliki pengaruh penting dalam pengambilan keputusan pemerintah serta Pengusaha yang juga terkait sehingga mereka juga akan masuk dalam kelompok stakeholder pendukung.
  • Pengusaha yang terkait

c.Stakeholder Kunci

Stakeholder kunci merupakan stakeholder yang akan memiliki kewenangan secara legal dalam hal pengambilan keputusan. Stakeholder kunci yang akan dimaksud merupakan unsur eksekutif sesuai levelnya, legislatif maupun instansi. Stakeholder kunci untuk suatu keputusan untuk proyek level daerah kabupaten.
Yang juga termasuk dalam stakeholder kunci yakni :

  • Pemerintah Kabupaten
  • DPR Kabupaten
  • Dinas yang membawahi langsung proyek yang akan bersangkutan.

Contoh Stakeholder

yang sering kita temui cotohnya staff, karyawan, suplier, dosen, satpam, bahkan mahasiswa. Selama berkaitan dengan sebuah usaha, siapa saja bisa akan menduduki sebagai pemangku kepentingan. Dari sisi pemerintahan contohnya. Peraturan yang dikeluarkan akan berpengaruh pada kebijakan yang akan diambil oleh perusahaan. Bisa jadi akan menguntungkan maupun bahkan sebaliknya. Karena itulah seorang manajer yang harus mengetahui cara membina hubungan baik dengan berbagai pihak.

Kelompok masyarakat juga akan memiliki peran yang sangat besar dalam memberikan pendapatan kepada perusahaan. Perannya tentu saja sebagai konsumen yang akan membeli produk yang dihasilkan. Semakin banyak pembelian maka keuntungan yang akan diperoleh juga akan bertambah, karena itu pemuasan pelanggan sangat akan dibutuhkan agar masyarakat tetap akan menggunakannya dan tidak akan beralih ke yang lainnya.

Demikianlah artikel tentang √Apa Itu Stakeholder : Pengertian, Fungsi, Jenis dan Contohnya dari pengajar.co.id semoga bermanfaat.

Lihat Juga:   √Apa Itu Supervisi : Pengertian, Fungsi, Tujuan dan Jenisnya
Lihat Juga:   √Definisi Kantor : Pengertian, Fungsi, Tujuan, Ciri dan Contoh Kantor Modern
Lihat Juga:   √Bentuk Badan Usaha : Pengertian, Jenis, Fungsi, Tujuan dan Perbedaan
Lihat Juga:   √ Kas Kecil : Pengertian, Tujuan, Ciri, Dokumen dan Metodenya
/* */
Click to Hide Advanced Floating Content

Send this to a friend