√ Diksi Adalah : Pengertian, Fungsi, Jenis dan Syaratnya

Diposting pada

Pengertian Diksi

Diksi adalah suatu pilihan kata yang tepat selaras dengan penggunaannya dalam menyampaikan sebuah gagasan atau cerita yang meliputi gaya bahasa, ungkapan, pilihan kata, dan lain-lain, sehingga didapatkan efek sesuai dengan yang diinginkan.

Diksi Adalah : Pengertian, Fungsi, Jenis dan Syaratnya

Keterbatasan dalam kosa kata dapat mengakibatkan seseorang dapat kesulitan dalam menyampaikan maksudnya tujuan tu kepada orang lain. ataupun jika orang yang tersebut menggunakan kosa kata yang akan berlebihan, ini juga dapat membuat orang lain sulit mengerti pesan yang akan disampaikan.

Itu lah sebabnya para pembicara sering kali membaca maupun berlatih agar dapat menguasai diksi atau pilihan kata ketika berbicara. Dengan diksi yang tepat maka pendengar maupun audiens dapat dengan mudah dapat memahami maksud seorang pembicara tersebut.

Fungsi Diksi

  • Upaya membantu dapat melambangkan ide ataupun gagasan yang akan diekspresikan melalui bahasa yang akan digunakan. Dengan menggunakan bahasa yang tepat, maka sebuah kata yang pada umumnya hanya bersifat biasa saja, akan menjadi lebih bermakna atau juga memiliki nuansa lebih tepat dan lebih sempurna.yang misalnya kata perempuan yang dapat dihargai pada pemerintahan Gus Dur dengan selalu akan menampilkan kata diksi Menteri Pemberdayaan Perempuan.yang Lainnya halnya dengan pemerintahan pada Orde Baru yang akan lebih memilih menggunakan kata wanita. dengan Hal demikian yang dapat tertera kata wanita yang dapat selalu pada Menteri peranan wanita, dharma wanita.

  • Diksi yang tepat juga dapat membantu menciptakan sebuah suasana baru ataupun nuansa komunikasi yang juga benar-benar tepat. Fungsi demikian kerap juga sering digunakan oleh kalangan para pejabat saat berkomunikasi agar terlihat berwibawah atau tidak akan memperkeruh suasana, lebih menyejukkan dan menentramkan masyarakat. Kata ditangkap polisi, lebih santun lagi diucapkan dengan kata diamankan. Ditangkap karena korupsi, diganti dengan menggunakan bahasa yang lebih alus yaitu menyalahkan jabatan.

  • Diksi yang sesuai membantu mencegah akan terjadinya adanya kesalahtafsiran atau adanya kesalahpahaman dalam adanya proses komunikasi. Kata yang hampir mirip dengan mangkir merupakan mungkir.dengan Kata demikian memiliki arti mengelak. Yang kurang tepat dalam menggunakan kata mungkir ketika ada di imbuhan di. Masyarakat yang masih menggunakan kata dapat dipungkiri bukan dimungkiri. Semua merasa bahwa kata dipungkiri merupakan baku dan tepat sebagai paduan kata di+mungkir dapat menjadi dipungkiri. Padahal jika kita telusuri kata yang sesuai ialah dimungkiri.

Ciri ciri Diksi

  1. Tepat dalam pemilihan kata untuk mengungkapkan gagasan atau hal yang dimanfaatkan
  2. Dapat digunakan untuk membedakan secara tepat nuansa makna dan bentuk yang sesuai dengan gagasan dan situasi serta nilai rasa pembaca

Jenis-Jenis Diksi

Diksi merupakan salah satu cara sering digunakan untuk pembuat iklan dalam membuat sebuah iklan agar dapat diphami oleh pembaca. Ketetapan pemilihan kata akan dapat berpengaruh dalam pikiran pembaca tentang isi sebuah iklan tersebut. Jenis-jenis diksi menurut Keraf (1996:890108) merupakan sebagai berikut:..

a. Denotasi

Denotasi merpakan sebuah konsep dasar yang akan didukung oleh surat kata (makna itu menunjuk pada konsep, referen, atau ide). Denotasi juga merupakan suatu batasan kamus ataupun definisi utama suatu kata, sebagai lawan dari pada konotasi ataupun makna yang ada kaitannya dengan itu. Denotasi dapat mengacu pada makna yang sebenarnya.

Contoh Diksi makna konotasi:

-Rumah itu yang luasnnya mencapai 250 meter persegi.
-Ada seratus yang menghadiri pertemuan itu.

b.Konotasi

Konotasi merupakan suatu jenis makna kata yang akan mengandung arti tambahan, imajinasi ataupun nilai rasa tertentu. Konotasi merupakan kesan-kesan ataupun asosiasi-asosiasi, atau biasanya juga memiliki sifat emosional yang akan ditimbulkan oleh sebuah kata di samping batasan kamus ataupun definisi utamanya. Konotasi mengacu pada makna kias ataupun makna bukan hal sebenarnya.

Contoh Diksi makna konotasi:

-Rumah itu lebar sekali..
-Banyak sekali oran yang menghadiri wanita itu.

c. kata abstrak

Kata Abstrak merupakan suatu kata yang akan mempunya referen berupa konsep, kata abstrak sering digambarkan karena referensinya tidak dapat diserap dengan pancaindera manusia. Kata-kata abstrak akan merujuk kepada kualitas (panas, dingin, buruk, baik), pertalian (kuantitas, jumlah, tingkatan), atau pemikiran (kecurigaan, kepercayaan, dan penetapan). Kata-kata abstrak sering juga dipakai untuk dapat menjelaskan pikiran yang akan memiliki sifat teknis maupun juga khusus.

d. Kata Konkrit

Merupakan kata yang akan menunjuk pada sesuatu yang dapat dilihat ataupun diindera secara langsung oleh satu ataupun lebih dari pancaindera. Kata-kata konkrit dengan demikian akan menunjuk kepada barang yang aktual dan juga spesifik dalam pengalaman. Kata konkrit yang sering digunakan untuh menyajikan sebuah gambaran yang hidup dalam pikiran pembaca yang melebihi kata-kata lain.yang misalnya jenis diksi berupa kata konkrit merupakan mobil, meja, kursi atau rumah dan yang lainnya.

e. Kata Umum

Merupakan kata yang mempunya cakupan ruang lingkup yang luas, kata-kata yang pada umum yang akan menunjuk kepada banyak hal, kepada keseluruhan, ataupun kepada himpunan.misalnya jenis diksi kata umum ialah kendaraan, tumbuh-tumbuhan, binatang atau penjahat.

f. Kata Khusus

Merupakan kata-kata yang akan mengacu kepada pengarahan-pengarahan yang khususnya atau konkrit. Kata khusus yang akan memperlihatkan kepada objek yang khusus.yang misalnya jenis diksi kata khusus yang misalnya nokia, yamaha, sedan, kerapu, maupun kakak tua.


Syarat-syarat ketepatan pilihan kata (diksi):

  1. Membedakan makna denotasi maupun konotasi dengan cermat, denotasi yakni kata yang akan bermakna lugas dan tidak dapat bermakna ganda.lalu Sedangkan konotasi dapat menimbulkan suatu makna yang bermacam-macam, lazim digunakan dalam pergaulan, untuk tujuan estetika, dan kesopanan.
  2. Membedakan secara cermat makna kata yang hampir bersinonim, kata yang hampir bersinonim, misalnya: adalah, yaitu, yang, merupakan, dalam pemakaiannya berbeda-beda.
  3. Membedakan makna kata secara cermat kata yang mirip ejaannya, misalnya: inferensi (kesimpulan) dan interferensi (saling mempengaruhi), sarat (penuh) dan syarat(ketentuan).
  4. Tidak menafsirkan makna kata secara subjektif berdasarkan pendapat sendiri, jika pemahaman belum dapat dipastikan, pemakai kata harus menemukan makna yang tepat dalam kamus, misalnya: modern sering diartikan secara subjektif canggih. Menurut kamus, modern juga dapat berarti terbaru ataupun mutakhir; canggih juga berarti banyak cakap, suka mengganggu, banyak mengetahui maupun bergaya intelektual.

Demikianlah artikel dari pengajar.co.id tentang √Diksi Adalah : Pengertian, Fungsi, Jenis dan Syaratnya semoga bermanfaat.

Lihat Juga:   √ Biosfer : Pengertian, Macam, Komponen, Ciri dan Contohnya
Lihat Juga:   √Ciri Demokrasi Liberal : Pengertian, Prinsip, Kelebihan dan Kekurangannya
Lihat Juga:   √ Definisi Akuntansi : Definisi, Jenis, Fungsi, Komponen, Tujuan dan Manfaatnya
Lihat Juga:   √ Benda : Pengertian, Perubahan Sifat, Fungsi dan Jenis