√ Pengertian Filsafat : Ciri, Metodologi , Fungsi dan Manfaatnya

Diposting pada

Pengertian Filsafat

Filsafat adalah pandangan hidup seseorang maupun sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan yang inginkan. Filsafat juga diartikan sebagai sebuah sikap seseorang yang sadar dan juga dewasa dalam memikirkan segala sesuatu dengan matang dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan.

√ Pengertian Filsafat : Ciri, Metodologi , Fungsi dan Manfaatnya

Pengertian Filsafat Secara Etimologi

Secara etimologis, kata filsafat mempunyai arti yang sama dengan kata falsafah dalam bahasa Arab atau kata philosphy dalam bahasa Inggris, atau kata philoshopie dalam bahasa Prancis dan juga Belanda, atau philoshophier dalam bahasa Jerman. setiap kata tersebut berasal dari kata Latin philosophia yaitu suatu kata benda yang merupakan hasil dari aktivitas philoshopien sebagai kata kerjanya.

Ciri-ciri Filsafat

Menurut Suyadi M.P. memiliki karakteristik sendiri, yakni menyeluruh, mendasar dan spekulatif. Hal ini serupa dengan pendapat Sri Suprapto Wirodiningrat yang mengatakan juga pikiran kefilsafatan memiliki tiga ciri, yakni menyeluruh, mendasar dan spekulatif. Lain halnya Sunoto, yang mengatakan ciri-ciri dari berfilsafat, yakni deskriptif, kritis dan analitis, evaluatif atau normatif dan spekulatif serta sistematik.

1). Menyeluruh

Adalah pemikiran yang luas sebab tidak membatasi diri dan bukan hanya ditinjau dari satu sudut pandang tertentu. Pemikiran kefilsafatan ingin sekali mengetahui kaitan antara ilmu yang satu dengan ilmu yang lainnya, hubungan ilmu dengan moral, seni, dan tujuan hidup.

2). Mendasar

Adalah pemikiran yang dalam sampai kepada hasil yang fundamental atau esensial objek yang dipelajarinya sehingga bisa dijadikan dasar berpijak bagi segenap nilai serta keilmuan. Jadi, tidak hanya berhenti pada periferis ( kulitnya) saja, namun sampai tembus kedalamnya.

3). Spekulatif

Adalah hasil pemikiran yang diperoleh dijadikan dasar bagi pemikiran selanjutnya. Hasil pemikirannya senantiasa dimaksudkan sebagai dasar untuk menjelajah wilayah pengetahuan yang baru. Meskipun, tidak semua hasil pemikiran kefilsafatan itu meragukan, sebab tidak pernah mencapai penyelesaian.

Metodologi Filsafat

Metode adalah cara bertindak menurut sistem aturan tertentu metode filsafat hampir sama dengan definisi dari para ahli dan filsuf tersendiri. sebab metode ini merupakan suatu alat pendekatan untuk mencapai sebuah hakikat sesuai dengan pandangan filsuf itu sendiri. Sepanjang sejarah filsafat sudah dikembangkan sejumlah metode filsafat yang berbeda dengan cukup jelas. Metode filsafat bisa disusun menurut garis historis, berikut dibawah ini metode beberapa metodenya :

1). Metode Krirts : Socrate, Plato

Bersifat analisis kata dan juga pendapat yang menjelaskan keyakinan serta menyampaikan pertentangan.

2). Metode Intuitif: Plotinus, Bergson

Dengan jalan institutif sedang dengan penggunaan simbol simbol memungkinkan pembersihan intelektual atau bersama dengan penyucian mortal sehingga terwujudnya sebuah penerangan pemikiran.

3). Metode Geometris : Rene Descartes Dan Pengikutnya

Melalui analisis mengenai hal-hal kompleks terwujud intuisi akan hakikat-hakikat sederhana dari hakikat itu dideduksikan secara matematis segala pengertian lainnya.

4). Metode Fenomologis : Husser, Eksistensialisme

Dengan jalan dari masing-masing pemotongan sistematis ( reduction ) revleksi dari fenomin dalam kesadara mencapai penglihatan hakikat hakikat murni.

5). Metode Dialegtis : Hegel, Marx

Dengan jalan membayangi dimanis pemikiran maupun alam sendiri menurut pendapat triade tesis, anti tesis sintesis dicapai hakiakat kenyataan.

6). Metode Analitika Bahasa : Wittgension

Dengan jalan analisis penggunaan bahasa sehari-sehari di pilih salah satu atau tidaknya ucapan ucapan filosofis.[4]

Fungsi Filsafat

Filsafat sangat berfungsi sebab dengan belajar filsafat, kita semakin bisa menangani pertanyaan-pertanyaan mendasar (makna realitas dan tanggung jawab) yang tidak berda dalam wewenang metode ilmu-ilmu khusus.

1). Berfilsafat membujuk manusia bersikap arif, berwawasan luas terhadap berbagai masalah yang dihadapi. Manusia diharapkan bisa menyelesaikan masalah tersebut dengan cara mengidentifikasikannya agar jawaban-jawaban bisa didapat dengan mudah.

2). Filsafat bisa membentuk pengalaman kehidupan seseorang secara lebih kreatif dari dasar pandangan hidup atau ide-ide yang muncul sebab keinginannya.

3). Filsafat bisa berupa sikap kritis seseorang dalam menghadapi permasalahan, baik dalam kehidupan sehari-hari ataupun kehidupan lainnya (interaksi dengan masyarakat, komunitas, agama, dan hal-hal lain di luar dirinya).

4). Khususnya bagi para ilmuwan atau para mahasiswa diperlukan kemampuan menganalisis, yakni analisis kritis secara komprehensif dan sintesis atas berbagai permasalahan ilmiah yang dituangkan dalam sebuah riset atau kajian ilmiah lainnya. Filsafat dilaksanakan dalam sebuah suasana pengetahuan yang mementingkan kontrol atau pengawasan. Oleh sebab itu, nilai ilmu pengetahuan timbul dari kegunaannya, sedangkan fungsi filsafat timbul dari nilainya.

Manfaat Filsafat

Berikut dibawah ini manfaat dari filsafat

1). Tidak menjadi sombong

Filsafat merupakan ilmu kehidupan yang mempelajari berbagai kehidupan. mengamati alam serupa dengan mempelajari hakekat kehidupan secara menyeluruh. Orang yang memahami apa tu arti kehidupan menjadikannya lebih rendah hati dan juga tidak sombong sebab itulah hakekat kehidupan.

2). Berfikir kritis

Berfikir merupakan salah satu manfaat ilmu filsafat. Berfikir kritis mengajari kita untuk memahami dan mengamati ha-hal yang tidak diketahui dan juga mencari tahu kenyataanya. Berfikir kritis adalah aspek yang dibutuhkan sebab tidak setiap orang mempunyai fikiran yang kritis. Berfikir kritis berarti berfikiran terbuka yang tidak hanya siap untuk dinasehati tetapi juga menasehati.

3). Ilmu cerdas

Ilmu filsafat merupakan ilmu cerdas yang memberikan gambaran dalam berbagai cabang ilmu lainnya contohnya seperti pendidikan, ekonomi dan sosial. Sebagai ilmu yang cerdas ilmu filsafat ini lebih berhubungan dengan kehidupan sehari – hari dalam bersikap.

4). Ketenangan dalam Berfikir

Manfaat selanjutnya dari ilmu filsafat selain mengajak untuk berfikir secara kritis juga bermanfaat untuk menyelesaikan masalah. Dalam kehidupan yang namanya problem tentu akan selalu senantiasa ada. Dan untuk menghadapi problem membutuhkan ketenangan lahir dan juga batin. Agar hasil yang didapat tidak disesali kemudian hari.

Demikianlah artikel tentang √ Pengertian Filsafat : Ciri, Metodologi , Fungsi dan Manfaatnya dari pengajar.co.id semoga bermanfaat.

Lihat Juga:   √Contoh Diary : Pengertian, Jenis, Tujuan dan Unsurnya

Lihat Juga:   √Contoh Desentralisasi : Pengertian, Tujuan, Dampak dan Bagiannya

Lihat Juga:   √ Gaya Kepemimpinan Menurut Para Ahli Lengkap

Lihat Juga:   √Apa Itu Brainware : Pengertian, Fungsi, Jenis, Komponen dan Contohnya