Jika kita berbicara tentang kehidupan di bumi, mungkin yang pertama terlintas adalah manusia, mamalia besar, atau burung-burung yang beterbangan di langit. Namun, tahukah Anda bahwa penghuni terbanyak di planet ini justru berasal dari kelompok hewan kecil bernama arthropoda? Mereka tersebar di setiap sudut bumi, dari dasar laut terdalam hingga puncak gunung tertinggi, bahkan hidup berdampingan dengan manusia di rumah, taman, hingga hutan tropis.
Arthropoda bukan hanya sekadar serangga atau laba-laba yang sering kita lihat. Mereka adalah kelompok hewan yang sangat kompleks, dengan struktur tubuh yang luar biasa efisien dan sistem adaptasi yang mengagumkan. Ilmuwan bahkan memperkirakan bahwa lebih dari 80 persen spesies hewan di dunia adalah arthropoda.
โMereka kecil, tapi menguasai bumi dengan jumlah, keberagaman, dan kemampuan bertahan yang luar biasa.โ
Pengertian Arthropoda dan Asal Namanya
Arthropoda berasal dari bahasa Yunani, yaitu โarthrosโ yang berarti ruas atau sendi, dan โpodosโ yang berarti kaki. Jadi secara harfiah, arthropoda berarti hewan berkaki beruas-ruas. Nama ini mencerminkan ciri khas utama kelompok ini: tubuh dan kakinya tersusun dari segmen-segmen yang fleksibel dan bersendi.
Dalam dunia biologi, Arthropoda merupakan filum terbesar dalam kerajaan hewan (Animalia). Kelompok ini mencakup beragam jenis hewan seperti serangga, laba-laba, kepiting, udang, lipan, dan kelabang. Mereka bisa hidup di air, di darat, bahkan di udara, menunjukkan tingkat adaptasi yang sangat tinggi.
Fosil arthropoda tertua yang ditemukan menunjukkan bahwa mereka telah hidup sejak lebih dari 500 juta tahun lalu, jauh sebelum dinosaurus muncul. Hal ini membuktikan bahwa arthropoda adalah salah satu kelompok hewan tertua dan paling sukses bertahan di muka bumi.
โArthropoda adalah bukti bahwa kekuatan evolusi bukan tentang ukuran, tapi kemampuan beradaptasi.โ
Ciri-Ciri Umum Arthropoda

Untuk memahami mengapa arthropoda begitu unik, kita perlu mengenali ciri-ciri khas yang membedakannya dari kelompok hewan lainnya. Meskipun mereka memiliki bentuk tubuh yang sangat beragam, ada beberapa karakteristik umum yang menjadi ciri utama arthropoda.
1. Tubuh Bersegmen dan Simetri Bilateral
Tubuh arthropoda tersusun atas beberapa segmen yang saling berhubungan. Setiap segmen dapat memiliki fungsi berbeda, seperti bagian kepala untuk sensor dan makan, dada untuk pergerakan, dan perut untuk pencernaan serta reproduksi.
Tubuh mereka juga memiliki simetri bilateral, artinya bagian kanan dan kiri tubuhnya identik. Hal ini memudahkan mereka bergerak secara efisien dan mempertahankan keseimbangan.
2. Memiliki Rangka Luar (Eksoskeleton)
Salah satu ciri paling menonjol dari arthropoda adalah adanya rangka luar atau eksoskeleton yang terbuat dari zat keras bernama kitin. Rangka ini berfungsi melindungi organ dalam, mengurangi kehilangan air, dan menjadi tempat melekatnya otot.
Namun, karena rangka luar tidak bisa tumbuh bersama tubuhnya, arthropoda harus mengalami molting atau pergantian kulit secara berkala agar bisa tumbuh lebih besar.
โMolting adalah bentuk perjuangan hidup arthropoda: setiap kali ingin tumbuh, mereka harus menanggalkan perlindungan lamanya.โ
3. Memiliki Kaki Beruas dan Bersendi
Ciri inilah yang menjadi asal nama arthropoda. Setiap kaki mereka terdiri dari beberapa ruas yang dihubungkan oleh sendi, sehingga sangat fleksibel untuk bergerak. Struktur ini memungkinkan mereka berjalan, melompat, berenang, atau bahkan memanjat dengan sangat lincah.
4. Tubuh Tersusun atas Tiga Bagian Utama
Sebagian besar arthropoda memiliki pembagian tubuh yang jelas menjadi tiga bagian, yaitu:
- Kepala (cephalus): berisi organ sensor seperti mata, antena, dan mulut.
- Dada (thorax): tempat melekatnya kaki dan sayap (pada serangga).
- Perut (abdomen): bagian belakang tubuh yang berfungsi untuk pencernaan dan reproduksi.
Namun, tidak semua arthropoda memiliki pembagian yang sama persis. Pada laba-laba, misalnya, kepala dan dada menyatu menjadi satu bagian yang disebut sefalotoraks.
5. Memiliki Sistem Peredaran Darah Terbuka
Arthropoda memiliki sistem peredaran darah terbuka, artinya darah tidak sepenuhnya mengalir dalam pembuluh tertutup. Cairan tubuh mereka, yang disebut hemolimfa, mengalir bebas membasahi organ-organ dalam untuk menyalurkan nutrisi dan oksigen.
6. Bernapas dengan Beragam Organ
Sistem pernapasan arthropoda sangat bervariasi tergantung pada habitatnya.
- Serangga menggunakan trakea, saluran kecil yang menyalurkan udara langsung ke jaringan tubuh.
- Laba-laba bernapas dengan paru-paru buku.
- Hewan air seperti udang dan kepiting menggunakan insang.
Keragaman organ pernapasan ini menjadi bukti luar biasa dari kemampuan adaptasi mereka terhadap lingkungan.
7. Bereproduksi Secara Seksual
Sebagian besar arthropoda berkembang biak secara seksual, dengan pembuahan yang bisa terjadi di dalam maupun di luar tubuh. Banyak di antaranya mengalami metamorfosis, yaitu perubahan bentuk dari larva hingga dewasa, seperti yang terjadi pada kupu-kupu atau kumbang.
โMetamorfosis menunjukkan filosofi hidup: untuk menjadi indah, terkadang kita harus melewati proses yang tidak mudah.โ
Klasifikasi dan Contoh Arthropoda dalam Kehidupan Sehari-hari
Filum Arthropoda sangat luas dan dibagi menjadi empat kelas utama, yaitu Crustacea, Insecta, Arachnida, dan Myriapoda. Setiap kelas memiliki ciri khas dan contoh hewan yang mungkin sering kita temui.
1. Crustacea (Udang-Udangan)
Crustacea adalah kelompok arthropoda yang hidup di air, terutama laut dan sungai. Tubuh mereka biasanya dilapisi cangkang keras dan memiliki dua pasang antena. Sebagian besar bernapas dengan insang.
Ciri-ciri khas Crustacea:
- Tubuh terdiri atas kepala, dada, dan perut.
- Memiliki sepasang capit atau cakar besar.
- Memiliki lima pasang kaki berjalan.
- Bernapas dengan insang.
Contoh Crustacea: udang, kepiting, lobster, dan teritip.
Kelompok ini memiliki nilai ekonomi tinggi karena banyak dikonsumsi manusia. Selain itu, mereka juga berperan penting dalam ekosistem laut sebagai pembersih dan sumber makanan bagi hewan lain.
2. Insecta (Serangga)
Insecta atau serangga adalah kelompok arthropoda terbesar dan paling beragam. Mereka hidup hampir di semua habitat kecuali laut dalam. Tubuhnya terdiri atas kepala, dada, dan perut, dengan tiga pasang kaki dan satu atau dua pasang sayap.
Ciri-ciri khas Insecta:
- Memiliki enam kaki (tiga pasang).
- Sebagian memiliki sayap untuk terbang.
- Bernapas dengan trakea.
- Mengalami metamorfosis.
Contoh Insecta: kupu-kupu, belalang, lalat, semut, lebah, dan nyamuk.
Serangga memegang peranan penting dalam keseimbangan alam. Mereka membantu proses penyerbukan tanaman, menjadi sumber makanan bagi hewan lain, bahkan membantu manusia melalui produksi madu dan sutra. Namun, ada juga yang menjadi hama pertanian dan penyebar penyakit.
โSerangga mengajarkan kita bahwa hal kecil sekalipun bisa membawa perubahan besar pada kehidupan.โ
3. Arachnida (Laba-Laba dan Kutu)
Kelas ini mencakup hewan-hewan yang umumnya hidup di darat dan memiliki empat pasang kaki. Arachnida tidak memiliki antena dan sayap. Tubuhnya terbagi menjadi dua bagian sefalotoraks (gabungan kepala dan dada) serta abdomen.
Ciri-ciri khas Arachnida:
- Memiliki delapan kaki (empat pasang).
- Tidak memiliki antena.
- Sebagian bernapas dengan paru-paru buku.
- Banyak yang bersifat karnivora atau parasit.
Contoh Arachnida: laba-laba, kalajengking, caplak, dan tungau.
Laba-laba dikenal sebagai pemburu ulung dengan jaring lengketnya yang menjadi perangkap sempurna bagi mangsa. Di sisi lain, kutu dan tungau bisa menjadi parasit yang merugikan manusia dan hewan peliharaan.
4. Myriapoda (Lipan dan Kelabang)
Myriapoda berarti โberkaki banyak.โ Sesuai namanya, kelompok ini memiliki tubuh panjang bersegmen dengan banyak kaki di setiap ruasnya. Mereka umumnya hidup di tempat lembap dan gelap.
Ciri-ciri khas Myriapoda:
- Tubuh panjang beruas-ruas.
- Setiap ruas memiliki satu atau dua pasang kaki.
- Tidak memiliki sayap.
- Bernapas dengan trakea.
Contoh Myriapoda: kelabang, kaki seribu (Diplopoda), dan lipan (Chilopoda).
Meskipun sering dianggap menakutkan, peran mereka penting dalam ekosistem karena membantu mengurai sisa-sisa bahan organik di tanah.
โBahkan makhluk kecil seperti lipan memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan alam.โ
Peran Penting Arthropoda dalam Ekosistem dan Kehidupan Manusia
Selain jumlahnya yang luar biasa, arthropoda juga memainkan peran besar dalam menjaga keseimbangan alam. Mereka adalah pengurai, penyerbuk, predator alami, dan juga sumber ekonomi penting bagi manusia.
- Sebagai Penyerbuk Tanaman: Lebah dan kupu-kupu membantu penyerbukan ribuan jenis tumbuhan, termasuk tanaman pangan.
- Sebagai Pengurai: Semut, kumbang, dan rayap membantu menghancurkan bahan organik yang mati menjadi nutrisi bagi tanah.
- Sebagai Pakan Alami: Banyak hewan seperti burung dan ikan bergantung pada serangga sebagai makanan utama.
- Sebagai Sumber Pangan dan Ekonomi: Udang, kepiting, dan belalang kini menjadi sumber protein tinggi yang dikonsumsi manusia di berbagai negara.
- Sebagai Hama dan Penyakit: Meski banyak manfaat, sebagian arthropoda juga membawa risiko, seperti nyamuk penyebar demam berdarah dan kutu penyebab penyakit kulit.
โArthropoda menunjukkan dua sisi kehidupan: ada yang menjadi musuh, tetapi banyak juga yang menjadi penolong.โ
Tabel Klasifikasi dan Ciri-Ciri Utama Arthropoda
| Kelas Arthropoda | Habitat | Jumlah Kaki | Ciri Khas | Contoh Hewan |
|---|---|---|---|---|
| Crustacea | Air laut dan air tawar | 10 atau lebih | Cangkang keras, bernapas dengan insang | Udang, kepiting, lobster |
| Insecta | Darat dan udara | 6 | Tiga segmen tubuh, sering bersayap | Kupu-kupu, semut, lalat |
| Arachnida | Darat | 8 | Tidak bersayap, tidak berantena | Laba-laba, kalajengking, kutu |
| Myriapoda | Darat lembap | Banyak | Tubuh panjang bersegmen | Lipan, kaki seribu |
Arthropoda Sebagai Inspirasi Teknologi Modern
Keunikan tubuh arthropoda telah menginspirasi banyak penemuan teknologi modern. Struktur kaki laba-laba digunakan sebagai inspirasi desain robot pemanjat, sedangkan kemampuan terbang capung menjadi model dalam pembuatan drone kecil. Bahkan, bahan pembentuk eksoskeleton kitin kini dikembangkan untuk pembuatan plastik ramah lingkungan.
Ilmu pengetahuan terus belajar dari cara arthropoda bertahan hidup dan beradaptasi. Mereka membuktikan bahwa desain alam selalu lebih efisien dari teknologi manusia mana pun.
โKetika manusia belajar dari arthropoda, mereka sebenarnya sedang belajar dari hasil evolusi terbaik yang pernah ada.โ
Dengan memahami ciri-ciri arthropoda dan contohnya, kita dapat melihat betapa luar biasanya kelompok hewan ini dalam mempertahankan eksistensinya selama jutaan tahun. Mereka kecil, tetapi perannya besar baik bagi alam, ekosistem, maupun kehidupan manusia.






