√ Pengertian Konjungsi Adalah : Jenis, Fungsi & Contoh (LENGKAP)

Diposting pada

√ Pengertian Konjungsi Adalah : Jenis, Fungsi & Contoh (LENGKAP)

Pengertian Konjungsi

Konjungsi atau kata hubung adalah sebuah kata tugas yang mempunyai fungsi untuk menghubungkan antar kalimat, antar klausa dan juga antar paragraf. Untuk konjungsi antar klausa tempatnya di tengah kalimat, konjungsi antar kalimat berada di awal kalimat yakni setelah tanda seru, tanda titik maupun tanda tanya. Sedangkan untuk konjungsi antar paragraf berada di bagian awal paragrafnya.

Pengertian-Konjungsi-dan-Contoh-Konjungsi

Jenis, Fungsi Dan Contoh Konjungsi

Terdapat beberapa jenis konjungsi, berikut dibawah ini penjelasannya

1). Konjungsi Aditif (gabungan)

Konjungsi aditif merupakan salah satu konjungsi koordinatif yang berfungsi menggabungkan dua kata, klausa, frasa atau kalimat yang kedudukannya sederajat. Contoh kata penghubung aditif adalah : dan, lagi pula, lagi dan serta

2). Konjungsi Pertentangan

Konjungsi pertentangan merupakan bentuk kata penghubung yang menghubungkan dua bagian kalimat yang sederajat atau sama , namun dengan mempertentangkan kedua bagian tersebut. Contohnya adalah : tetapi, sedangkan, padahal, namun, melainkan, akan tetapi, sebaliknya

3). Konjungsi Disjungtif (pilihan)

Konjungsi pilihan adalah bentuk kata penghubung koordinatif yang menghubungkan klausa dua unsur yang sederajar yang memiliki fungsi menentukan salah satu dari dua hal atau lebih. Contoh kata penghubung disjungtif adalah : atau, ata…..atau, baik….baik….dan entah…..entah, maupun

4). Konjungsi Waktu

Konjungi waktu merupakan kata penghubung yang menjelaskan hubungan waktu antara dua hal atau peristiwa. Contohnya adalah : seperti, bilamana, sejak, smenetara, bila, sebelum, sedari,

5). Konjungsi Final (tujuan)

Konjungsi final merupakan kata penghubung modalitas yang menjelaskan maksusd serta tujuan suatu peritiwa atau tindakan. Kata-kata yang umum digunakan ialah : guna, untuk, supaya dan agar

6). Konjungsi Sebab (kausal)

Konjungsi sebab atau kausal merupakan konjungsi yang menjelaskan bahwa sebuah kejadian atau peritiwa sebab suatu sebab tertentu. Kata yang sering digunakan dalam menyatakan hubungan sebab seperti sebab, karena, sebab itu, karena itu.

7). Konjungsi Akibat (konsekutif)

Konjungsi akibat merupakan kata penghubung yang menjelaskan sebuah kejadian atau peristiwa terjadi dikarenakan suatu hal yang lain. istilah yang sering digunakan konjungsi akibat ialah sehingga, akibatnya, sampai.

8). Konjungsi Syarat (kondisional)

Konjungsi syarat merupakan konjungsi yang menjelaskan bahwa suatu hal terjadi pada saat syarat-syarat yang disebutkan itu dipenuhi. Kata-kata yang menunjuakan hubungan ini yaitu jika, jikalau, apabila, kalau, asalkan, bilamana

9). Konjungsi Tak Bersyarat

Konjungsi bersyarat merupakan kata penghubung yang menjelaskan bahwa suatu hal bisa terjadi tanpa perlu ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Contoh kata yang menyatakan konjungsi tak bersyarat adalah walaupun, meskipun, dan biarpun

10). Konjungsi Perbandingan

Konjungsi perbandingan adalah kata penghubung yang fungsinya untuk menghubungkan dua hal dengan cara membandingkannya. Kata-kata yang sering digunakan adalah: sebagai, bagaikan, seakan-akan, ibarat, daripada, seperti, sebagaimana, bagai, umpama.

11). Konjungsi Korelatif

Konjungsi korelatif merupakan kata penghubung yang menghubungkan dua bagian kalimat yang memiliki hubungan sedemikian ruap sehingga yang satu langsung mempengaruhi yang lain atau kalimat yang satu melengkapi kalimat lain. Contoh kata konjungi korelatif adalah semakin…….semakin, sedemikian rupa…, kian….kian, bertambah…..bertambah, sehingga…, tidak hanya…tetapi juga, baik…, dan maupun.

12). Konjungsi Penegas (menguatkan atau intensifikasi)

Konjungsi penegas merupakan kata penghubunga yang memiliki fungsi untuk menegaskan atau merangkum bagian kalimat yang sudah disebutkan sebelumnya, termasuk hal yang menyatakan rincian. Contoh kata konjungsi penegas yaitu : bahkan, yaitu, yakni, umpama, akhirnya, apalagi, misalnya, ringkasnya

13). Konjungsi Penjelas (penetap)

Konjungis penjelas atau penetap adalah konjungsi yang memiliki fungsi untuk menghubungkan bagian kalimat terdahulu dengan perinciannya. Contoh kata penghubung penjelas adalah : bahwa

14). Konjungsi Pembenaran (konsesif)

Konjungsi pembenaran adalah konjungsi subordinatif yang fungsinya menghubungkan dua hal dengan cara membenarkan atau mengakui sual hal, sekaligus dengan menolak hal yang lain ditandai oleh konjungsi tadi.

15). Konjungsi Urutan

Konjungsi urutan adalah konjungsi yang menyatakan urutan akan sesuatu hal. Contoh kata penghubung urutan adalah : mula-mula, lalu, dan kemudian

16). Konjungsi Pembatasan

Konjungsi pembatasan adalah kata penghubung yang memberikan pembatasan terhadap sesuatu hal atau dalam batas-batas, mana perbuatan bisa dijelaskan. Contoh konjungsi pembatasan adalah : kecuali, selain, dan asal

17). Konjungsi Penanda

Konjungis penanda adalah konjungsi yang memberikan penandaan terhadap sebuah peristiwa atau hal. Contoh kata penghubung penanda adalah : misalnya, umpama

18). Konjungsi Situasi

Konjungsi situasi merupakan konjungsi yang menjelaskan sebuah perbuatan yang terjadi atau berlangsung dalam keadaan tertentu. Contoh kata penghubung situasi adalah : sedang, padahal, sedangkan dan sambil.

Demikianlah artikel tentang √ Konjungsi : Pengertian, Jenis Beserta Fungsinya dari pengajar.co.id semoga bermanfaat.

Baca Juga :

Lihat Juga:   √ Cepat Rambat Bunyi : Pengertian, Kategori, Faktor dan Rumus
Lihat Juga:   √ Destilasi : Pengertian, Macam, Prinsip Kerja, Fungsi, Bagian, Tujuan dan Contohnya
Lihat Juga:   √Bentuk Negara : Pengertian, Macam, Tujuan, Unsur dan Fungsinya
Lihat Juga:   √Faktor produksi : Pengertian, Produksi Modal dan Tujuannya